Suara.com - Presiden Joko Widodo meminta PPATK untuk menelusuri transaksi mencurigakan di sektor perikanan dan kehutanan terutama dalam hal illegal fishing dan illegal logging.
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf di Istana Bogor, Selasa, (17/2/2015) mengatakan pihaknya diundang oleh Presiden untuk membicarakan peran PPATK dalam memberikan masukan melalui kas negara dari sisi pajak.
"Kemudian peran PPATK dalam memberantas illegal fishing dan illegal logging," katanya.
Yusuf mengatakan pihaknya sudah mengirimkan 33 hasil analisis wajib pajak yang bisa berpotensi menyumbangkan triliunan rupiah dari sisi pajak.
PPATK juga sedang menyidik 3.100 wajib pajak besar dimana sudah berhasil disidik 10 wajib pajak dengan nilai sekitar Rp33 triliun.
"Ada perorangan ada perusahaan, nah ukuran besar itu antara Rp168 juta hingga Rp1,9 triliun per wajib pajak," katanya.
Ia yakin potensi pajak yang bisa diraih negara lebih tinggi tahun ini mengingat banyak informasi yang berhasil dihimpun dari sektor perikanan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dan sektor kehutanan melalui Kementerian Kehutanan.
"Maka kita optimalkan targetnya begitu tinggi tahun ini," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda
-
Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk
-
Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret
-
Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun
-
IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau
-
Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
-
Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan
-
Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini
-
Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes
-
Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi