Pemerintah Pusat mengucurkan dana sebesar Rp61 miliar untuk pembangunan kembali Pasar Klewer Solo yang terbakar pada 27 Desember 2014 silam.
"Pembangunan pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah itu harus menggunakan sistem tahun jamak (multi years)," kata Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Pemkot Surakarta Subagiyo, Jumat (6/3/2015) sebagaimana dikutip kantor berita Antara.
Ia mengatakan bantuan tersebut dikucurkan melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag). Namun demikian, menurut Subagyo, pihaknya masih kekurangan dana lumayan banyak karena untuk pembangunan fisik pasar itu sebesar Rp155 miliar," katanya.
Dikatakan pasar tersebut bakal menampung 1.532 kios, 765 palataran, dan 137 pedagang renteng. Tidak hanya itu, Pemkot Surakarta juga akan menata para pedagang kaki lima (PKL) di sekitaran pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah.
Pemkot Surakarta juga sudah menyiapkan dana pendampingan bagi bantuan APBN itu. Hanya saja, nilainya sangat terbatas yakni Rp1,5 miliar. "Dana pendampingan hanya cukup untuk membuat Detail Engineering Design (DED) serta membayar konsultan pengawas," katanya.
Menyinggung mengenai pembangunan pasar darurat, Subagiyo mengatakan sudah berjalan terus. "Juni kami harapkan sudah selesai sehingga para pedagang bisa masuk ke sana," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Surakarta, Budi Suharto, mengatakan pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan pembangunan Pasar Klewer hanya satu tahun anggaran.
"Bagaimana bisa satu tahun. Dana yang tersedia hanya Rp61 miliar. Kebutuhannya kan lebih dari itu. Ya mau tidak mau harus multi years," katanya.
Selisih kekurangan anggaran tersebut tidak bisa diambilkan dari APBD. Pasalnya, kas daerah tidak bisa mencukupinya. "Ya tidak bisa kalau dari APBD. Kami hanya bisa memberikan dana pendampingan untuk DED yang nilainya tidak terlalu besar," katanya.
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026