- Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 mencapai Rp 22,6 triliun, setara 6,7 persen target APBN.
- Penerimaan Bea Cukai Januari 2026 turun 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp 26,3 triliun.
- Penurunan ini dipengaruhi oleh melemahnya penerimaan Cukai, Bea Keluar karena penurunan ekspor CPO, dan Bea Masuk.
Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 22,6 triliun per Januari 2026 atau setara 6,7 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan kalau penerimaan Bea Cukai ini menurun 14 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy) dengan angka Rp 26,3 triliun pada Januari 2025.
"Realisasi di bulan Januari adalah Rp 22,6 triliun, 6,7 persen dari APBN dan ini kalau dibandingkan dengan Januari tahun 2025, 14 persen di bawah," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Dari total Rp 22,6 triliun, penerimaan itu didominasi dari kategori Cukai Rp 17,5 triliun atau menurun 12,4 persen yoy, Bea Keluar Rp 1,4 triliun atau menurun 41,6 persen yoy, dan Be Masuk Rp 3,7 triliun atau minus 4,4 persen yoy.
Suahasil menerangkan kalau penurunan penerimaan Cukai menjadi Rp 17,5 triliun dipengaruhi oleh penurunan produksi pada akhir tahun 2025 lalu.
"Kalau kita lihat pembelian pita cukai atau itu adalah menjadi indikasi dari produksi, pada bulan Desember 2025 dibandingkan Desember 2024 memang terjadi penurunan. Tapi di bulan Januari terjadi kenaikan, Januari 2026 dibandingkan Januari 2025 terjadi kenaikan. Dan tentu perusahaan melakukan optimalisasi dalam pembelian pita cukai yang dia lakukan," papar dia.
Adapun penurunan tajam dari penerimaan Bea Keluar dipengaruhi oleh melandainya volume ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil atau CPO).
Sedangkan penurunan Bea Masuk dipengaruhi meningkatnya tarif impor Most Favoured Nation (MFN) 0 persen, utilisasi Free Trade Agreement (FTA), hingga restitusi.
Baca Juga: Penerimaan Pajak Naik 30,7% di Awal 2026, Negara Kantongi Rp 116,2 Triliun
Berita Terkait
-
Penerimaan Pajak Naik 30,7% di Awal 2026, Negara Kantongi Rp 116,2 Triliun
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata
-
Kasus Suap Impor Barang KW, KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Kontribusi Rp 710 Triliun ke PDB, Industri Hasil Tembakau Minta Kebijakan Lebih Adil
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Outlook Stabil, AM Best Soroti Kinerja dan Permodalan Kuat
-
Dasco Hadang Impor 105 Ribu Mobil India, Pengamat: Selamatkan Buruh Otomotif dari PHK
-
Program Gentengisasi Mulai Masuk Kawasan Menteng, Sasar 52 Rumah
-
Penerimaan Pajak Naik 30,7% di Awal 2026, Negara Kantongi Rp 116,2 Triliun
-
Rupiah Masih Berotot Hari Ini, Ditutup di Level Rp 16.829/USD
-
Bos Agrinas Pangan Pastikan Belum Ada Keputusan Tunda Impor Pikap dari India
-
Purbaya Anggarkan Rp 90 Triliun di Q1 2026 buat Kopdes Merah Putih
-
Saham Indomaret dan Alfamart Ambrol Usai Menteri Mau Stop Ekspansi Demi Kopdes
-
Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%