Suara.com - Pengrajin rotan mendapat berkah saat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus anjlok di kisaran Rp13.000-an. Mereka menyebut "mendapatkan uang kaget".
Salah satunya pengrajin rotan di Curug, Tangerang, Provinsi Banten sekaligus pemilik Selo Agro, Marcelinus Selsilimalar. Dia mengatakan nilai produksi usahanya meningkat selama 2 bulan belakangan sejak nilai dolar terus meningkat.
"Dengan adanya uang kaget seperti ini, bisa digunakan untuk semua hal," kata Marcel saat berbincang dengan suara.com, Jumat (13/3/2015).
Marcel mengatakan peningkatan pendapatan itu bisa digunakan untuk mengembangkan usaha dan menambah modal. Hal terpenting, dia bisa membuat contoh produk kerajinan.
"Kita bisa memperkuat penelitian yang jarang bisa dilakukan karena dananya cukup besar," papar dia.
Selo Agro, jelas Marcel, mempunyai omset cukup besar tiap bulan. Dia bisa mengirimkan kerajinan rotan ke Belanda dan Eropa sebanyak 4 sampai 6 kontener perbulan. Satu kontener nilai ekspornya sampai USD 25 ribu.
"Kalau musim hujan kita sedikit produksinya," tambah Marcel.
Menurut dia, kerajinan rotan memang memanfaatkan pasar internasional. Sementara pasal lokal sangat rendah. Dia mencatat, hanya 10 persen produknya dibeli masyarakat lokal.
"Kalau lokal nggak banyak yang beli. Paling beli satuan. Sementara kalau beli satuan itu akan rugi. Mereka mau nggak beli satu mahal? Kan orang lokal maunya bagus dan murah," kata dia.
Terlebih harga bahan baku rotan mahal. Sejak 2012 harga rotan naik sampai 15-20 persen atau saat ini seharga Rp 15 ribuan perkikogram.
"Saya rugi sampai Rp 200 juta waktu itu. Tapi 2 tahun terakhir ini cukup segar industri kerajinan rotan. Karena dolar pun terus naik," kata Marcel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%
-
7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga
-
Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi
-
Ramai Isu Tambang di Raja Ampat, Bahlil: Izin yang Masih Aktif Tinggal Satu
-
Soekarno Cup 2026: Dari Lapangan Usia Muda ke Liga Profesional, Ini Skema Besarnya
-
Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?
-
Prabowo Tegur Soal Listrik Padam di Kalimantan, Bahlil Janji Gangguan PLN Cepat Beres