Suara.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan alokasi anggaran untuk belanja infrastruktur masih menjadi prioritas pemerintah dalam postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016.
"Masih pembangunan infrastruktur. Sektornya sesuai RPJMN di pangan, maritim, energi," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof A Chaniago setelah rapat membahas Rencana Kerja Pemerintah 2016 dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Kamis malam (9/4/2015).
Sebagai prioritas, kata Andrinof, kemungkinan pagu belanja infrastruktur akan tetap menjadi salah satu yang paling besar dalam postur Rancangan APBN 2016. Namun, untuk jumlah anggaran infrastruktut tersebut, Andrinof mengatakan pemerintah masih melakukan kajian awal.
"Kalau peningkatannya 100 persen, ya tidak mungkin. Nanti (fiskal pemerintah) habis buat belanja infrastruktur. Bagaimana anggaran kesehatan, pendidikan," ujar dia.
Di APBN-Perubahan 2015, pemerintah memiliki anggaran untuk belanja infrastruktur sebesar Rp290,3 triliun, atau naik Rp99 triliun dibanding APBN induk 2015 yang hanya Rp191,3 triliun.
Deputi Pendanaan Pembangunan Bappenas Wismana Adi Subrata menambahkan pembangunan infrastruktur masih menjadi sasaran penting pemerintah pada 2016 sesuai dengan koridor tiga dimensi pembangunan yang dirancang Bappenas.
Tiga dimensi pembangunan itu adalah pembangunan manusia dan masyarakat, pembangunan sektor unggulan, dan pembangunan antarkewilayahan.
"Infrastruktur ini bisa mendukung tiga dimensi itu. Kalau bicara kedauluatan pangan, kita bicara infrastruktur seperti irigasi. Begitu juga dimensi lainnya, karena infrastruktur itu kan cakupan dan bentuknya luas," ujar dia.
Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan pihaknya akan segera menentukan besaran pagu indikatif untuk setiap alokasi belanja. Dia masih menunggu rancangan prioritas pembangunan yang masih disiapkan oleh Bappenas.
Kementerian Keuangan pada rapat RKP 2016 dengan Dewan Perwakilan Daerah, Rabu (8/4), menyampaikan perkiraan awal asumsi makro 2016 yaitu pertumbuhan ekonomi 6-6,6 persen, dengan laju inflasi 3-5 persen.
Kemudian, tingkat bunga SPN tiga bulan 4-6 persen, nilai tukar rupiah Rp12.700-Rp13.100/dolar AS, harga minyak mentah Indonesia 60-80 dolar AS per barel, "lifting" minyak 830-850 ribu barel per hari, dan "lifting" gas 1,1-1,2 juta barel setara minyak per hari. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Grab Siapkan Dana Jumbo untuk Bonus Hari Raya Jelang Lebaran 2026
-
BEI Akan Terbitkan Daftar Saham yang Pemiliknya Terkonsentrasi
-
Produksi Migas Digenjot, SKK Migas Siapkan 100 Sumur Eksplorasi di 2026
-
Pengidap Autoimun Ini Ubah Tanaman Herbal Jadi Ladang Cuan, Omzet Tembus Ratusan Juta
-
Pasca Danantara, Akademisi Soroti Risiko Hilangnya Karakter Publik BUMN
-
Dari 45.000 Sumur Rakyat, Baru 1 UMKM yang Berhasil Produksi Minyak
-
Dapat Arahan Prabowo, Bahlil Ungkap Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut
-
Layanan Pelabuhan Dikeluhkan, Pengusaha Minta Pemerintah Turun Tangan
-
Resmi! BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Direktur Utama, Jamin Transparansi Saham RI
-
Purbaya: Kita Negara Maritim Tapi Kapal Beli dari Luar