Suara.com - Pemerintah mendorong percepatan pembangunan sebanyak 3 proyek infrastruktur yang menggunakan skema pembiayaan Kerja Sama Pemerintah-Swasta. Ketiga proyek itu dalam pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
"Dari Kementerian PU, ada 3 prioritas yang KPS, (percepatan) ini untuk membuktikan skema KPS bisa berjalan di Indonesia," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono seusai rapat koordinasi membahas percepatan infrastruktur di Jakarta, Rabu (4/3/2015) malam.
Ketiga proyek itu di antaranya proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 94 kilometer di Kalimantan Timur. Proyek ini akan lelang pada Mei. Nilai investasi kurang lebih sebesar Rp11,4 triliun.
"Jalan tol sepanjang 94 kilometer tersebut terbagi dalam beberapa seksi. Seksi satu dikerjakan oleh APBN. Seksi lima oleh APBD. Seksi dua, tiga dan empat akan kita lelang karena sudah hampir 100 persen pembebasan lahannya," ujarnya.
Proyek lainnya adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Semarang Barat, Jawa Tengah. Nilai investasi proyek ini sekitar Rp765 miliar. Proyek ini masihtertunda karena ada masalah terkait peraturan hukum yang berlaku.
Kendala tersebut antara lain karena Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang sumber daya air telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi dan perlunya revisi Peraturan Menteri Dalam Negeri terkait investasi yang menggunakan dana APBD.
"Lelang akan menunggu penyusunan PP atas perintah MK untuk kembali pada UU nomor 11 tahun 1974 tentang pengairan, karena di pasal 11 dikatakan pengusahaan air dilakukan dan dilaksanakan oleh pemerintah, BUMN dan BUMD," ujar Basuki.
Ia menambahkan PP tersebut juga dibutuhkan karena adanya keterlibatan dari BUMD dalam proyek air minum ini. Apabila, persyaratan regulasi terpenuhi maka diperkirakan proses lelang pengadaan bisa dimulai paling cepat September.
Kemudian, percepatan juga diupayakan untuk proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung sepanjang 7 kilometer di Sulawesi Utara yang masih menunggu pembebasan lahan di wilayah Airmadidi, Minahasa Utara. Pengadaan proyek ini dilakukan paling cepat triwulan IV.
"Yang dari Manado ke Airmadidi, sudah bebas tanahnya oleh APBN. Sedangkan Airmadidi ke Bitung baru mau dibebaskan lahannya, juga dengan APBN. Ini investasinya Rp4 triliun. Mungkin tendernya akan mulai kuartal keempat," jelas Basuki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran
-
Nasib Apes Emiten Udang Kaesang, PMMP Rugi Rp1,9 Triliun dan Ekuitas Minus di 2025
-
Syarat Jadi Bos OJK: Bukan Pengurus Partai dan Tidak Pernah Dipidana!
-
Dilema Diskon Tiket Lebaran: Saat Pemerintah Kalah Cepat dari Tombol "Checkout" Pemudik
-
BCA Syariah Catat Laba Rp212 Miliar, Ini Pendorongnya
-
PLN Mobile dan Ekosistem EV: Jalan Baru Layanan Kelistrikan di Era Transisi Energi
-
Pendaftaran Calon Ketua OJK Dibuka, Menkeu Purbaya Jadi Ketua Pansel
-
Daftar Saham Milik Pengusaha Elite yang Temui Presiden Prabowo Pekan Ini
-
Harga CPO KPBN Terkoreksi di Level Rp14.345/kg, Bursa Malaysia Melemah
-
Target Harga BBTN, Usai Laba Bersih Saham BTN Lampaui Ekspektasi