Bendera Negara Peserta Peringatan KAA ke-60 (suara.com/Kurniawan Mas'ud)
Pertemuan pejabat tinggi (SOM) Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 di Jakarta, Minggu (19/5/2015), telah usai pada pukul 22.30 WIB setelah mengalami kebuntuan atau "deadlock" sehingga memperlama waktu pertemuan.
Berdasarkan pengamatan Antara, para delegasi dari negara peserta mulai meninggalkan lokasi pertemuan pukul 22.30 WIB. SOM sendiri direncanakan selesai pada pukul 18.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, hasil dan keputusan dari SOM belum diketahui.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Kerja Sama Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Yuri Thamrin mengatakan pembahasan dalam SOM sempat terhenti karena isu reformasi Dewan Keamanan PBB yang terdapat dalam dokumen Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (NAASP).
"Lagi 'deadlock' (buntu) nih, tadinya sudah selesai semua, tiba-tiba dibuka lagi," kata Yuri Thamrin saat keluar dari Balai Sidang JCC di Jakarta, Minggu malam.
Dia menambahkan hampir semua negara Afrika yang hadir dalam SOM menjadi pihak yang masih belum menyetujui paragraf tersebut.
Pertemuan-pertemuan Konferensi Asia Afrika (KAA) fokus membahas tiga dokumen utama, yaitu Bandung Message, Deklarasi Penghidupan Kembali Kemitraan Strategis Asia-Afrika Baru, dan Deklarasi Dukungan Kemerdekaan Palestina.
Pertemuan para pejabat tinggi (Senior Official Meeting/SOM) KAA fokus pada elaborasi ketiga dokumen tersebut. SOM juga dimanfaatkan untuk finalisasi pembahasan bahasa yang dipakai dalam ketiga dokumen tersebut.
Pembahasan ketiga dokumen utama itu kemudian akan dilanjutkan pada Pertemuan tingkat Menteri Asia-Afrika (Asia Africa Ministerial Meeting), dan hasil dari pembahasan ketiga dokumen itu akan diputuskan pada saat Pertemuan Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan (Asia Africa Leaders Summit). (Antara)
Berdasarkan pengamatan Antara, para delegasi dari negara peserta mulai meninggalkan lokasi pertemuan pukul 22.30 WIB. SOM sendiri direncanakan selesai pada pukul 18.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, hasil dan keputusan dari SOM belum diketahui.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Kerja Sama Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Yuri Thamrin mengatakan pembahasan dalam SOM sempat terhenti karena isu reformasi Dewan Keamanan PBB yang terdapat dalam dokumen Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (NAASP).
"Lagi 'deadlock' (buntu) nih, tadinya sudah selesai semua, tiba-tiba dibuka lagi," kata Yuri Thamrin saat keluar dari Balai Sidang JCC di Jakarta, Minggu malam.
Dia menambahkan hampir semua negara Afrika yang hadir dalam SOM menjadi pihak yang masih belum menyetujui paragraf tersebut.
Pertemuan-pertemuan Konferensi Asia Afrika (KAA) fokus membahas tiga dokumen utama, yaitu Bandung Message, Deklarasi Penghidupan Kembali Kemitraan Strategis Asia-Afrika Baru, dan Deklarasi Dukungan Kemerdekaan Palestina.
Pertemuan para pejabat tinggi (Senior Official Meeting/SOM) KAA fokus pada elaborasi ketiga dokumen tersebut. SOM juga dimanfaatkan untuk finalisasi pembahasan bahasa yang dipakai dalam ketiga dokumen tersebut.
Pembahasan ketiga dokumen utama itu kemudian akan dilanjutkan pada Pertemuan tingkat Menteri Asia-Afrika (Asia Africa Ministerial Meeting), dan hasil dari pembahasan ketiga dokumen itu akan diputuskan pada saat Pertemuan Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan (Asia Africa Leaders Summit). (Antara)
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Megawati Usul Konferensi Asia Afrika Jilid II: Bahas Isu Kemerdekaan Palestina!
-
Perkuat Relasi, Indonesia-Namibia Upayakan Bentuk Kerjasama Antar Parlemen dengan Negara-negara Afrika
-
Terungkap, Marselino Ferdinan Tolak Jong KAA Gent Demi KMSK Deinze, Apa Alasannya?
-
Hyun-seok Hong, Rising Star Korsel Pesaing Marselino Ferdinan Andai Gabung KAA Gent
-
Profil KAA Gent, Tim Elite Belgia yang Dikaitkan dengan Marselino Ferdinan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Harga BBM Pertamina Melonjak per 1 Maret, Pertamax Dibanderol Rp 12.300/Liter
-
Usaha Mining Bitcoin Milik Donald Trump Rugi Besar
-
IHSG Melemah Sepekan, Saham BUMI Jadi Salah Satu Faktor
-
Realisasi Penjualan CLEO Kuartal III 2023 Capai Rp2,09 Triliun
-
Perang Timur Tengah: Sejumlah Penerbangan di Bandara Soetta Resmi Dibatalkan
-
Harta Kekayaan Riva Siahaan, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga
-
Harga Emas Stabil di Pegadaian, Bertahan Kisaran 3 Jutaan pada 1 Maret 2026
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?