Bisnis / Makro
Selasa, 05 Mei 2015 | 18:15 WIB
Suasana buruh dan sampah di depan Istana Merdeka. (suara.com/Bagus Santoso)

Suara.com - Badan Pusat Statistik mencatat angka pengangguran pada Febuari 2015 bertambah mencapai 300 ribu jiwa menjadi 7,45 juta jiwa.

Dari total pengangguran tersebut, pengangguran paling besar didominasi oleh masyarakat dengan latar belakang pendidikan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan, yaitu sebesar 9,05 persen. Dibandingkan dengan periode yang sama, jumlah ini mengalami kenaikan 1,84 poin.

“Paling banyak didominasi lulusan SMK,” kata Suryamin saat ditemui di kantornya, Selasa (5/5/2015).

Selain lulusan SMK, pengangguran di Indonesia juga didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas dengan porsi 8,17 persen. Untuk Diploma I/II/III porsi pengangguran adalah sebesar 7,49 persen.

“Pengangguran lulusan diploma naik 1,62 poin dari Februari 2014," katanya.

Sementara itu lulusan Sekolah Menengah Pertama yang menganggur sebanyak 7,14 persen, universitas 5,34 persen, dan Sekolah Dasar ke bawah 3,61 persen.

”Pengangguran dari lulusan universitas ikut naik seperti SMK dan Diploma, yaitu sebesar 1,03 poin," katanya.

Suryamin menjelaskan meningkatnya angka pengangguran disebabkan oleh perlambatan ekonomi Indonesia belakangan ini. BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2015 sebesar 4,71 persen atau melambat dibanding triwulan I 2014.

Dari data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka didominasi penduduk berpendidikan Sekolah Menengah Atas sebesar 9,05 persen, lalu disusul pada jenjang Sekolah Menengah Atas 8,17 persen, dan Diploma I/II/III sebesar 7,49 persen. Sedangkan TPT terendah ada pada penduduk berpendidikan SD ke bawah dengan prosentase 3,61 persen di periode Februari 2015.

Load More