Suara.com - PT Pertamina menetapkan masa siaga pasokan BBM selama arus mudik dan arus balik pada Lebaran 2015 ini yaitu pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri.
Direktur Pemsaran dan Niaga Pertamina Ahamad Bambang memprediksikan, direntang waktu itu konsumsi BBM bakal meningkat ketimbang kondisi normal.
Bambang menjelaskan, dalam kondisi normal konsumsi BBM jenis Premium mencapai sekitar 76 ribu Kilo Liter (KL) per hari. Sedangkan, pada saat arus mudik dan arus balik Lebaran, pihaknya memprediksikan akan terjadi peningkatan konsumsi sekitar 10-15 persen atau sekitar 89 ribu KL.
“Karena kan kalau berkaca tahun lalu trend arus mudik itu selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, jadi kami mewaspadai itu juga,” jelasnya saat ditemui di Gedung DPR, Selasa (16/6/2015).
Pertamina memprediksikan puncak konsumsi BBM akan terjadi pada (16/7/2015) yang menjadi puncak arus mudik dan pada (21/7/2015) yang menjadi puncak arus balik.
Meski demikian, pihaknya sudah memiliki beberapa cara agar masyarakat tidak kekurangan BBM saat merayakan hari raya Idul Fitri nanti. Salah satunya adalah dengan meningkatkan cadangan minyak.
Pertamina mengaku telah menambah cadangan Premium dari sebelumnya hanya mampu untuk 17 hari, ditingkatkan menjadi 18 hari. Selain itu, Bambang mengungkapkan, target cadangan Premium untuk menghadapi Lebaran tahun ini menjadi sekitar 19 hari.
Sedangkan untuk BBM jenis Solar, menurut Bambang diperkirakan akan mengalami penurunan.
Pertamina memperkirakan penurunan konsumsi Solar sekitar 11 persen atau di kisaran 33 ribu KL dari kebutuhan setiap harinya yang ada di sekitar 37 ribu KL.
"Kalau Solar ini justru berbanding terbalik dengan Premium. Solar justru mengalami penurunan sekitar 11 persen. Ini tejadi karena beberapa industri tutup dan angkutan mobil kecuali kebutuhan pokok dihentikan saat lebaran H-5 - hingga H+5 biasanya, makanya Solar turun," jelasnya.
Selain itu, untuk konsumsi ga Elpiji, diperkirakan meningkat sebesar 4 persen dari kondisi normal. Karena itu, dia menambahkan, perusahaam minyak dan gas plat merah itu akan menambah stok premium.
"Untuk mengantisipasi, menambah stok pasokan. Stok premium 17-18 hari, kemudian solar 20 hari," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
-
IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun
-
Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara
-
Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI