Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara setelah sejumlah pengamat menilai penyerapan anggaran 2015 sangat lamban.
Jokowi menjelaskan, penyerapan anggaran yang lamban tersebut lantaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 baru efektif dijalankan pada 16 Februari 2015.
"Saya kan dilantik pada 20 Oktober 2014 sedangkan APBN P baru digetok Febuari 2015, karena kita kan harus ikuti prosedur politik yang ada. Jadi selama itu kami tidak bisa menggunakan anggaran untuk belanja. Seluruh birokrasi baru bisa mulai bekerja pada pertengahan Maret hingga April anggaran itu bisa digunakan," kata Jokowi saat menghadiri acara silaturahmi dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di JCC, Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Kendati demikian, Jokowi mengklaim penyerapan anggaran hingga Juni 2015 sudah berjalan dengan baik mencapai 39 persen.
"Kita sampai Juni sudah sampai Rp770 triliun penyerapannya. Ini uang yang sangat besar, jangan main-main ini. Kita sudah salurkan untuk belanja pemerintah aparatur, barang dan modal campur di sana. Penyerapannya sudah 39 persen. Ini untuk mengembalikan daya beli masyarakat, ini gerak cepat kami sebagai pemerintah," katanya.
Menurut dia, percepatan belanja pemerintah dikonsolidasi dengan belanja publik melalui investasi dan konsumsi masyarakat yang stabil akan menjadi perpaduan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2015 sesuai target 5,7 persen.
"Kita akan berusaha sebaik mungkin dan mempercepat penyerapan anggaran kita agar pertumbuhan ekonomi kita semakin naik. Tapi ini juga dibutuhkan kerjasama dengan dunia usaha juga, ayo sama-sama kita tumbuhkan perekonomian yang lebih baik," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama 2015 hanya sebesar 4,7 persen.
Angka tersebut diklaim sebagai angka pertumbuhan terendah sejak 2009. Menurutnya, rendahnya harga komoditas dan lemahnya pertumbuhan investasi menyebabkan ekonomi melambat.
Berita Terkait
-
Akui Ijazah Jokowi Asli, Rismon Bakal Tulis Buku Antitesis dari "Jokowi's White Paper"
-
Temui Gibran di Istana Wapres, Kini Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi 100 Persen Asli
-
Rismon Sianipar Tantang Roy Suryo Bedah Ijazah Jokowi, Temukan Bukti Forensik Stempel dan Emboss
-
Rismon Sianipar Mundur dari Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Kubu Roy Suryo Cium Aroma Kejanggalan
-
Bertemu di Istana Wapres, Gibran Rangkul dan Beri Hampers Lebaran Rismon Sianipar
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Tembus 1.134 Konsultasi, Posko THR Kemnaker Kini Layani Pengaduan Pekerja
-
Hutama Karya Jamin Jalur TarutungSibolga Siap Dilalui Pemudik
-
Meski Kuota Penuh, Masyarakat Masih Punya Kesempatan Daftar Mudik Motor Gratis
-
Petani Tembakau Peringatkan Ancaman Pandemi Ekonomi Jilid II
-
Danantara Tunjuk Perusahaan China Garap Proyek Listrik Jadi Sampah di Bogor
-
Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM
-
Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya
-
OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?
-
Pemerintah Genjot Energi Alternatif dari Singkong, Tebu, Jagung, dan Sawit
-
BRI KKB Tawarkan Bunga Mulai 2,85% Flat, Kredit Mobil Baru Kini Bisa Diajukan Lewat BRImo