Suara.com - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (6/8/2015) pagi. Sebab investor menilai sejumlah data ekonomi bervariasi.
Indeks Non-Manufaktur AS tercatat 60,3 persen pada Juli, 4,3 persentase poin lebih tinggi dari angka Juni di 56 persen dan jauh di atas ekspektasi pasar 56,2, Institute Supply Management (ISM), Rabu kemarin.
Indeks non manufaktur ISM berada pada tingkat tertinggi sejak Agustus 2005. Ini mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga pada September.
Lapangan kerja sektor swasta AS meningkat sebesar 185.000 pekerjaan dari Juni ke Juli. Ini jauh di bawah konsensus pasar 210.000, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasioanal ADB untuk Juli kemarin.
Sementara itu, defisit perdagangan internasional barang dan jasa negara itu meningkat dari tingkat revisi 40,9 miliar dolar AS pada Mei menjadi 43,8 miliara dolar AS pada Juni. Sebagian besar sejalan dengan perkiraan pasar, kata Departemen Perdagangan AS.
Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0898 dolar dari 1,0891 dolar pada sesi sebelumnya. Sementara pound Inggris naik menjadi 1,5599 dolar dari 1,5568 dolar. Dolar Australia turun menjadi 0,7348 dolar dari 0,7383 dolar.
Dolar dibeli 124,88 yen Jepang, lebih tinggi dari 124,33 yen pada sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,9792 franc Swiss dari 0,9789 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3191 dolar Kanada dari 1,3185 dolar Kanada. (Antara/Xinhua)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Tak Cuma Dagang, RI-AS Garap Hilirisasi Silika hingga Nuklir Skala Kecil
-
Terbukti Goreng Saham, OJK Beri Sanksi Denda Rp 5,7 Miliar ke Influencer Pasar Modal
-
Purbaya Bebaskan PPN untuk Sumbangan Bencana Banjir Sumatra
-
Smart Home Makin Diminati, Konsumen Lebih Mudah Nikmati Pengalaman Smart Living
-
Ekonom Nilai Indonesia Rugi Banyak dari Kesepakatan Dagang dengan AS
-
Lebih dari 500 Regulasi Kepung IHT, Ancaman PHK dan Kemiskinan Mengintai
-
Impor 105 Ribu Truk dari India, Bos Agrinas Pangan: Agar Tak Ganggu Produksi Lokal
-
RI-AS Sepakati Perjanjian Tarif, Garuda Indonesia Bakal Beli 50 Pesawat Boeing
-
RI Keok! CELIOS Bongkar Borok Perjanjian Dagang Prabowo-Trump
-
Tak Hanya Bandara, Holding BUMN Aviasi Gaspol InJourney Green dari Pantai