Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengimbau kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Informasi Geospasial (BIG), serta para pimpinan lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) untuk memasukannya dalam e-catalog yang sudah disediakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Hal tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang maritim, seperti galangan kapal, pelabuhan, pembangkit listrik 35.000 MW, industri migas, dan lainnya dinilai harus menggunakan produk buatan dalam negeri semaksimal mungkin.
“Jadi kita ingin semua hasil penelitian ini dimasukan ke dalam e-catalog. Biar kalau kementerian mau butuh barang seperti traktor atau produk lainnya mengguanakan produksi dalam negeri. Kalau sudah ada PT dan harganya langsung masukin aja. Kita akan dorong ini terus,” kata Indroyono saat berbincang dengan suara.com di pameran teknologi atau RITECH Expo dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di kawasan lapangan D Parkir Timur, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2015).
Indroyono memaparkan skema e-procurement dan e-catalog yang mampu menghemat biaya pengadaan barang dan jasa minimal 10 persen. Pada kurun 2008-2014, pola e-catalog mampu menghemat anggaran negara mencapai Rp65 triliun. Di samping itu, sistem e-procurement dan e-catalog ini juga bisa dipakai sebagai pintu masuk hilirisasi bagi produk-produk hasil litbang ke pasar.
“Ini bisa menghembat biaya pengadaan barang, apalagi enggak butuh itu tender-tender. Soalnya kalau tender kan butuh waktu, sedangkan kebutuhan mendesak. Jadi kita akan masukan ke dalam e-catalog semuanya. Salah satu contohnya, produk mesin traktor karya inovasi Balitbang Pertanian yang sudah masuk e-catalog. Ini kan harganya Rp130 juta, lebih murah kalau kita beli dari luar. Makanya semua kementerian harus beli disini aja enggak usah ke luar-luar (impor),” ujarnya.
Dalam kunjungannya tersebut, Indroyono sempat berbincang dengan para peneliti dan mengapresiasi semua hasil penelitian yang dilakukan oleh berbagai instansi. Pasalnya, apa yang telah dilakukan oleh para instansi tersebut sudah menunjukan bahwa program nawacita dan trisakti Presiden Joko Widodo akan segera terwujud.
“Kamu tau kan program nawacita dan trisaktinya pak Jokowi, nah ini sudah menunjukan bahwa program itu akan segera terwujud. Dimana semua pembangunan di Indonesia kita dorong untuk menggunakan produk dalam negeri. Toh ternyata mereka mampu membuat berbagai teknologi canggih, itu kayak kapal, Pindad yang bikin senapan SS itu kan bagus, jadi harus kita kembangkan,” ungkapnya.
Pameran teknologi atau RITECH Expo dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di kawasan lapangan D Parkir Timur, Senayan, Jakarta Selatan, berlangsung mulai 7-9 Agustus 2015. Pesertanya dari berbagai sektor, seperti pangan, maritim, dan energi. Pameran ini diikuti 83 instansi yang menempati 110 stand.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat