Bisnis / Makro
Jum'at, 21 Agustus 2015 | 06:03 WIB
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Jatuhnya harga minyak dunia disebabkan ditemukannya energi baru non-konvensional shale oil di Amerika Serikat. Biaya produksinya murah, kata Tony.

Shale oil ini diproduksi dari sedimentasi organik di bebatuan yang kaya kandungan kerogen. Shale oil ini bisa menghasilkan minyak mentah, minyak tanah, dan solar.

"Itu hanya memanaskan bukit atau gunung batu di 3 negara bagian di Colorado, Utah, dan Wyoming. Batu itu dipanasi 700 F. Batu itu mencair menjadi kerogen," kata Tony.

Dengan ditemukannya shale oil, Amerika Serikat menjadi negara yang mempunyai cadangan minyak terbesar sampai 1 triliun barel. Jauh dibandingkan Arab Saudi yang mempunyai 279 miliar barel dan Indonesia yang hanya mempunyai 3,7 miliar barel.

"Amerika akan menjadi produsen minyak, sekarang sudah menjadi pemilik cadangan minyak terbesar di dunia. Ongkos produksinya 20 dolar perbarel," kata Tony.

Load More