Suara.com - Kepolisian Resor Mimika, Papua, menilai positif rencana pemeriksaan urine untuk mengecek kadar narkoba pada ribuan karyawan PT Freeport Indonesia sebagaimana digagas oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua.
Kasat Narkoba Polres Mimika AKP Mursaling kepada Antara di Timika, Jumat (4/9/2015), mengatakan pemeriksaan urine pada karyawan Freeport tersebut sangat positif sebagai upaya bersama untuk memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Mimika.
"Kami belum mendengar rencana itu. Tatapi kalau memang benar, tentu ini positif," kata Mursaling.
Satuan Narkoba Polres Mimika, katanya, akan memberikan dukungan kepada BNN Papua untuk melakukan upaya preemtif dan preventif dalam rangka pemberantasan dan penanggulangan penyalahan narkoba di kalangan warga setempat.
Apalagi dalam waktu dekat BNN Papua akan mengoperasikan Kantor Badan Narkotika Daerah Kabupaten Mimika.
"Sudah tentu kita memberi dukungan penuh dalam rangka membebaskan warga Mimika dari peredaran gelap narkoba," jelas Murasling.
Kepala BNN Provinsi Papua, Kombes Pol Jackson Arisano Lapalonga sebelumnya mengatakan siap berkoordinasi dengan manajemen PT Freeport untuk melakukan tes urine ribuan karyawan perusahaan tambang itu.
Kegiatan itu bertujuan untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di kalangan pekerja tambang.
"Kami akan jalin komunikasi bersama Pemkab Mimika dan pihak PT Freeport Indonesia terkait sidak tes narkoba yang sedang direncanakan. Saya akan bicara dengan pihak terkait dan jalin komunikasi dengan pihak berkepentingan untuk lakukan pencegahan dan pemberantasan narkotika di Mimika," katanya.
Di Provinsi Papua, katanya, terdapat dua kabupaten/kota yang menjadi titik peredaran narkoba yakni Kabupaten Mimika dan Kota Jayapura. BNN Papua juga telah mengusulkan pembentukan BNN di tingkat kabupaten/kota, yakni di Kota Jayapura, Keerom dan Kabupaten Mimika, namun BNN Pusat baru menyetujui pembentukan BND di dua kabupaten.
"Tahun ini sudah dibentuk BND Kabupaten Mimika. Ini membuktikan bahwa Mimika sudah menjadi perhatian pemerintah. Lahannya sudah disiapkan, tinggal proses administrasi untuk bangun gedungnya," jelas Jackson.
Pintu narkoba Dari survei yang dilakukan BNN Provinsi Papua, selama ini peredaran gelap narkoba di wilayah Papua dan Papua Barat masuk melalui pintu perbatasan Indonesia dengan PNG, baik melalui pintu perbatasan resmi maupun tidak resmi alias ilegal.
Pada 2013, BNN Provinsi Papua telah melakukan pengujian sampel urine di kalangan pelajar SMA/SMK di tiga kabupaten itu. Pelajar yang menjalani tes urine di Mimika dan Keerom sebanyak 1.050 orang, sementara di Kota Jayapura sebanyak 1.000 orang.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, BNN Papua menyimpulkan tingkat penggunaan narkoba di tiga wilayah itu cukup mengkhawatirkan karena mencapai 1,4 persen. Angka itu lebih tinggi dari persentase penggunaan narkoba di kalangan pelajar di Provinsi Papua yang mencapai 0,8 persen dan lebih kecil dibanding persentase tingkat nasional yang mencapai 2,2 persen.
"Dari sampel yang kami ambil, di Timika ada pelajar yang sudah menggunakan opium dan ekstasi, sementara di Kota Jayapura, Keerom dan Kabupaten Jayapura penggunaan ganja di kalangan pelajar cukup mengkhawatirkan. Inilah yang menjadi alasan mendesak untuk segera membuka Kantor BNN di tiga kabupaten/kota itu supaya hal ini menjadi perhatian kita bersama," ujar mantan Kepala BNN Papua Antonius Kadarmanta beberapa waktu lalu.
Sesuai hasil survei nasional yang dipublikasikan oleh BNN pada 2013, penggunaan narkoba di kalangan pelajar di Papua sebanyak 16.750 kasus atau sebesar 0,8 persen. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kasihan Anak-anak! Pembangunan Gedung SDN Cipete Utara Molor Setahun: Jam Belajar Dipangkas
-
Bobotoh Harap Bersabar! Debut Mariano Peralta Dipastikan Tertunda Gegara Ini
-
Transaksi Tembus Rp3,1 Miliar! Belanja dan Pesona Budaya di Bandar Lampung Expo 2026
-
Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M di, DPR Minta Semua Diperiksa!
-
Review A Toxic Love Story: Manipulasi Lebih Mematikan dari Kekerasan Fisik?
-
Gantikan Hotman, Mantan Jubir KPK Kini Pasang Badan Jadi Advokat Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
KPK Bongkar Alasan Tahan Febrie, Ada 'Surat Sakti' yang Dikirim Sejak Jumat Pagi
-
Berapa Lama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Mendekam di Rutan KPK?
-
Apa Kata KPK soal Klaim Kriminalisasi Febrie Adriansyah? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Tayang 2027, Drama Misteri-Kriminal 'Code' Rilis Jajaran Pemeran Utama