Suara.com - Perdana Menteri Cina Li Keqiang menyatakan Cina tidak akan menurunkan mata uangnya kembali. Alasan tidak mendevaluasi karena dia menyebut saat ini nilai mata uang yuan terhadap dolar sudah terlampau kecil.
Berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Dalian, Cina, Li mengatakan dasar devaluasi itu untuk merangsang ekspor Cina. Saat ini ekspor sudah cukup stabil menurutnya.
Pada 11 Agustus lalu, Cina mendevaluasi yuan sebesar 2 persen secara mengejutkan. Ini memicu makin melambatnya perekonomian global. Sebab devaluasi yuan membuat suku bunga Fed AS tidak kunjung dinaikan.
Sementara menurut Li, saat ini Cina perlu menjaga stabilitas keuangan di daerah. Cina telah meluncurkan langkah-langkah untuk mencegah risiko pasar keuangan menyebar. Sebab ini memungkinkan membuat risiko sistemik. Langkah-langkah pemerintah yang tidak dimaksudkan untuk melemahkan peran pasar keuangan.
"(Kami) akan bertahan dengan sistem berbasis hukum berorientasi pasar untuk membangun pasar modal yang terbuka dan transparan," kata Li.
Kata dia, regulator juga akan terus mengembangkan pasar multi-layered. Akses pasar untuk bank swasta dan perusahaan asing juga diperbesar. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah