Bisnis / Keuangan
Rabu, 09 September 2015 | 17:45 WIB
Perdana Menteri Cina Li Keqiang. (Reuters)

Suara.com - Perdana Menteri Cina Li Keqiang menyatakan Cina tidak akan menurunkan mata uangnya kembali. Alasan tidak mendevaluasi karena dia menyebut saat ini nilai mata uang yuan terhadap dolar sudah terlampau kecil.

Berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Dalian, Cina, Li mengatakan dasar devaluasi itu untuk merangsang ekspor Cina. Saat ini ekspor sudah cukup stabil menurutnya.

Pada 11 Agustus lalu, Cina mendevaluasi yuan sebesar 2 persen secara mengejutkan. Ini memicu makin melambatnya perekonomian global. Sebab devaluasi yuan membuat suku bunga Fed AS tidak kunjung dinaikan.

Sementara menurut Li, saat ini Cina perlu menjaga stabilitas keuangan di daerah. Cina telah meluncurkan langkah-langkah untuk mencegah risiko pasar keuangan menyebar. Sebab ini memungkinkan membuat risiko sistemik. Langkah-langkah pemerintah yang tidak dimaksudkan untuk melemahkan peran pasar keuangan.

"(Kami) akan bertahan dengan sistem berbasis hukum berorientasi pasar untuk membangun pasar modal yang terbuka dan transparan," kata Li.

Kata dia, regulator juga akan terus mengembangkan pasar multi-layered. Akses pasar untuk bank swasta dan perusahaan asing juga diperbesar. (Reuters)

Load More