Suara.com - Krisis listrik kembali melanda Kota Palu dan sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah, sehingga terpaksa PLN melakukan pemadaman listrik secara bergilir. "Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena krisis listrik yang terjadi dalam beberapa hari ini dan ke depan diakibatkan faktor alam," kata Manager PT PLN Area Palu, Novalince, Rabu (23/9/2015).
Ia menjelaskan suplai daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana, Kabupaten Poso sebesar 24 megawatt (MW) ke sistem kelistrikan Palu, terhenti sementara karena adanya gangguan yang terjadi pada tower jaringan listrik PLTA menuju Gardu Induk (GI) Poso, GI Poso Pesisir dan GI Sidera, Kabupaten Sigi.
Akibat gangguan tersebut, sejumlah kabupaten seperti Sigi, Parigi Moutong, Donggala dan Kota Palu dalam beberapa hari ini dan ke depan masih memberlakukan pemadaman bergilir.
Pemadaman bergilir, kata dia, tidak bisa dihindari mengingat defisit daya akibat suplai listrik dari PLTA ke GI Sidera (Kabupaten Sigi) cukup besar.
Sementara di satu sisi, PLN Area Palu tidak memiliki cadangan pembangkit yang dapat dioperasikan jika terjadi gangguan seperti ini.
"Kita tak punya cadangan pembangkit untuk digunakan jika terjadi gangguan atau kerusakan pada pembangkit PLTD, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau PLTA," katanya.
Kerusakan yang terjadi pada tower dan jaringan listrik PLTA dikarenakan faktor alam. Sejumlah pohon besar di wilayah Kabupaten Poso tumbang akibat angin kencang dan menghantam kabel saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang mensuplai daya ke sistem Palu.
Novalince mengatakan tim gabungan dari PLN Wilayah VII Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo, (Sulut-Tenggo) dan PLN Area Palu sedang melakukan perbaikan terhadap tower dan jaringan kabel yang rusak akibat gangguan alam tersebut.
"Kita berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, suplai listrik dari PLTA Sulewana Poso ke Palu kembali normal," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok