Suara.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan krisis ekonomi sejatinya menjadi peluang bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia. Sebab selisih mata uang rupiah dan dolar membuat biaya investasi menjadi lebih murah.
"Biasanya hanya cukup membeli satu hektare tapi karena krisis ekonomi global jadi bisa beli 1,5 hektare, ini contohnya. Jadi krisis ini, justru peluang bagi mereka yang ingin berusaha di Indonesia," kata Saleh seusai menjadi pembicara utama pada seminar di Palembang, Sabtu (26/9/2015).
Pada seminar 'Peluang dan Tantangan Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean' di Fakultas Hukum, Universitas Sriwijaya itu Husin menjaskan faktor ini yang diharapkan menjadi pendorong berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus di beberapa provinsi. Sumatera Selatan yang saat ini sedang membangun KEK Tanjung Api-Api diharapkan memanfaatkan peluang ini untuk menjadi suatu kawasan industri yang memiliki daya saing.
"Sudah ada keinginan untuk mengembangkan KEK di Sumsel, dan jangan sekadar membangun tapi harus benar-benar memastikan ada investornya. Investor ini harus membawa investor lainnya juga," kata dia.
Kehadiran banyak investor ini sangat penting karena pemerintah berkeinginan membuka kawasan industri di luar Jawa.
"Saat ini bicara industri tidak lagi hanya di Jawa tapi juga luar Jawa, karena potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia demikian luar biasa dan harus dikembangkan untuk kesejahteraan rakyat," kata dia.
Kawasan Tanjung Api Api ini memiliki lahan seluas 1.000 hektare yang akan diperuntukan sebagai pelabuhan barang internasional dan Kawasan Ekonomi Khusus. Pemerintah daerah memprediksi dibutuhkan dana hingga Rp104 triliun untuk merealisasikan pembangunan pelabuhan, jalan tol, mono rel, hingga kawasan industri.
Penetapan Presiden tentang kawasan ekonomi khusus Tanjung Api-api telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2014 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 Juni 2014. Perpres ini kemudian menjadi dasar bagi Provinsi Sumatera Selatan untuk sepenuh hati mendorong proyek ini terealisasi karena sudah masuk dalam delapan KEK yang sudah ditetapkan pemerintah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?
-
Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja
-
Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing