Suara.com - Ketika permasalah keuangan datang dan tidak ada jaminan, mengambil Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah pilihan yang paling diminat masyarakat. Meskipun Anda tidak sedang menghadapi masalah keuangan, mungkin sering datang tawaran untuk mendapatkan kesempatan menggunakan KTA dari bank tertentu, entah lewat telephone atau email.
Memang, tawaran yang diberikan KTA sangat menggiurkan, bahkan orang yang awalnya tidak punya pemikiran mengajukan pinjaman pun dapat tertarik memakai KTA.
Nah, agar tidak memberikan kesulitan, berikut ini ada beberapa cara menghindari jeratan hutang Kredit Tanpa Agunan:
1. Pilihlah yang Punya Masa Angsuran Pendek
Anda bisa mengambil KTA dengan waktu pinjaman yang pendek, misalnya setahun. Karena, beban waktu yang mesti dikeluarkan untuk membayar cicilan akan lebih pendek. Dengan demikian beban bunga yang harus dibayar tidak akan sebesar pinjaman dalam waktu yang lebih panjang lagi. Semakin lama waktu pinjaman, maka beban bunga yang harus dibayar juga semakin besar.
2. Ambil Pinjaman Seperlunya Saja
Apabila jumlah kebutuhan yang mesti dipenuhi hanya Rp 10 juta saja, jangan tergiur mengambil pinjaman sebesar Rp20 juta. Sebab, terkadang bank akan memberikan sejumah rayuan maut agar Anda mau mengambil pinjaman di atas nilai yang diminta. Karena iming-iming tersebut, terkadang ada orang yang lupa tujuan dari dia meminjam uang. Ingatlah semakin besar pinjaman, maka beban bunga dan hutang yang harus dibayar juga semakin besar.
3. Hindari Penggunaan KTA untuk Belanja konsumtif
Pada dasarnya, meminjam KTA seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendesak. Jangan tergiur untuk membeli gadget terbaru atau benda-benda baru lainnya. Mungkin Anda akan terlihat keren untuk sesaat, namun akan menambah hutang dan beban bunga yang harus dibayar. Bahkan kehidupan Anda akan semakin parah dari sebelumnya jika sudah datang tagihan dan tidak bisa membayar tagihan tersebut.
4. Cari yang Bunganya Ringan
Karakter antar bank dalam memberikan Kredit Tanpa Agunan rata-rata cenderung sama, namun persaingan antar bank yang berlomba-lomba menawarkan KTA dengan bunga ringan harus dimanfaatkan. Sebab, terkadang akan ada satu atau dua bank yang akan memberikan layanan KTA dengan bunga kecil demi mempermudah nasabah. Efeknya, persaingan antar bank tersebut memberikan banyak pilihan KTA. Karena itu, teruslah mencari informasi.
5 Kalau Sampai Hal Terburuk Terjadi
Apabila Anda sudah terlanjur terjerat utang KTA dan dihadapkan debt collector yang setiap saat datang menagih ke rumah, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini, agar tidak terperosok kedalam lubang hutang yang lebih dalam lagi:
- Jangan pernah menyuap debt collector
Tindakan ini tidak ada gunanya, selama masih memiliki utang, maka Anda akan terus ditagih. Suap yang diberikan hanya akan mengusir debt collector saat itu, beberapa hari kemudian mereka pasti kembali menagih lagi.
- Jangan pernah menandatangani surat pernyataan jaminan
KTA merupakan produk hutang yang tidak pernah menggunakan jaminan apapun, jangan sampai Anda terjebak menjaminkan aset yang dimiliki.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya