Suara.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Akhirnya mempublikasikan capaian kinerjanya dalam setahun. Capaiannya terutama berkaitan dengan program pengelolaan sumber daya laut, terutama garam dan mangrove
Syarief Widjaja, Sekjen KKP, menuturkan program PUGAR (Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat) dengan capaian a) telah memberikan Nilai Tukar Petambak Garam mencapai 101,28 dari target sebesar 101. Selain itu, KKP berhasil mencatatkan pencapaian 30% kualitas garam KP1 dari target 60% jumlah produksi. “Capaian produksi sampai saat ini sebesar 1,27 juta ton dari target produksi 3,3 juta ton,” kata Syarief dalam keterangan resmi yang diterima suara.com, Senin (26/10/2015).
Selain itu, pemerintah juga melakukan kegiatan pengelolaan dan pengembangan konservasi kawasan dan jenis ikan dengan jumlah penambahan luas kawasan konservasi seluas 258,225.76 Ha dari target 500.000 Ha. Telah melaksanakan upaya perlindungan dan pelestariankawasan konservasi dilakukan di 17 kawasan. “Melakukan upaya konservasi terhadap 15 Spesies yang mencapai target prioritas dalam pengelolaan,” ujar Syarief.
Pemerintah juga mendorong pengembangan wisata bahari dengan pemberian bantuan sarana wisata bahari, termasuk wisata bahari untuk kapal tenggelam di 11 lokasi, yaitu di Kabupaten Simeulue, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Pangandaran, Kabubapten Kendal, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Malang, Kabupaten Sinjai, Kota Balikpapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Mandeh), Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna), dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kegiatan penanaman mangrove di Pantura Jawa juga terus berlangsung. Saat ini penanaman masih berlangsung, meliputi 10 kawasan yaitu Kabupaten Serang, Karawang, Indramayu, Cirebon, Brebes, Kendal, Demak, Pati, Probolinggo dan Gresi (total 3,6 juta bibit), sedangkan penanaman mangrove di luar P. Jawa meliputi 8 kawasan, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang, Langkat, Deli Serdang, Pesisir Selatan,Tanggamus, Mempawah, Maros dan Takalar (total 1,9 juta bibit).
“Pembangunan PRPM dilaksanakan di 9 kabupaten yaitu Bekasi, Indramayu, Pangandaran, Pasuruan, Sidoarjo, Balikpapan, Sinjai dan termasuk untuk mendukung program Pengembangan Kawasan Kelautan dan Perikanan Terintegrasi (PK2PT) di P. Simeulue dan Kep. Sangihe,” tambah Syarief.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya