Bisnis / Makro
Rabu, 11 November 2015 | 11:54 WIB
Ilustrasi jembatan (Shutterstock)

Suara.com - Perusahaan kelapa sawit PT Mamuang bersama masyarakat setempat membangun jembatan yang menghubungkan dua desa masing-masing di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

"Masyarakat yang selama ini terpisahkan sungai kini bisa terhubung karena PT Mamuang bersama dengan masyarakat secara swadaya mewujudkan jembatan permanen ini," kata tokoh masyarakat Desa Polanto Jaya, H Bintoro di Donggala, Selasa (10/11/2015).

Jembatan itu menghubungkan dua desa yakni Desa Polanto Jaya Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala Provinsi Sulteng dengan Desa Pajalele Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulbar.

Jembatan yang dengan panjang 24 meter dan lebar empat meter tersebut dikerjakan secara gotong royong dengan dibantu PT Mamuang menggunakan alat berat "long arm PC200". Pembangunan jembatan dilakukan selama dua hari yakni 8-9 November 2015.

Sarana fisik tersebut menghubungkan Desa Polanto Jaya Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala Sulsel dengan areal HGU PT Mamuang yang merupakan bagian dari Desa Pajalele Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Mamuju Utara, Sulbar.

Bintoro menyampaikan terima kasih atas peran serta dukungan yang aktif dari PT Mamuang sehingga dengan adanya jembatan permanen itu lebih mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari dan ke Kabupaten Donggala atau Mamuju Utara dan Polanto Jaya.

Community Development Officer (CDO) PT Mamuang, Tria Ksatriamansyah mengharapkan pembukaan jalur penghubung itu diikuti dengan keteraturan dan ketertiban berlalu lintas para penggunanya.

"Selain membuka akses transportasi kedua desa yang berbeda provinsi, dengan adanya jembatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kegiatan ekonomi kedua desa," katanya. (Antara)

Load More