Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka melemah sebesar 13,03 poin atau 0,29 persen menjadi 4.505,90.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 3,51 poin (0,45 persen) menjadi 774,54.
"IHSG BEI dibuka melemah seiring dengan laju bursa saham eksternal yang bervariasi. Namun, pelemahan IHSG BEI juga masih terbatas dengan masih adanya aksi beli saham oleh sebagian investor," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, di Jakarta, Jumat (20/11/2015).
Menurut dia, sebagian investor di dalam negeri masih melanjutkan aksi beli, kondisi itu mengindikasikan bahwa pelaku pasar saham tampaknya sudah tidak terlalu khawatir dengan adanya kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Desember nanti.
"Dalam perjalanannya pada sesi perdagangan pagi ini, indeks BEI berbalik bergerak menguat," katanya.
Terpantau pada pukul 09.30 WIB, indeks BEI bergerak menguat sebesar 12,70 poin (0,28 persen) menjadi 4.530,81.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menambahkan bahwa pelaku pasar cenderung merespon positif langkah bank sentral AS, diprediksi IHSG bakal mencoba untuk kembali melanjutkan tren naiknya dalam jangka pendek.
"IHSG pada akhir pekan ini (Jumat, 20/11) diperkirakan bergerak di kisaran 4.490-4.550 poin. Secara teknikal, jika IHSG BEI mampu ditutup di atas level 4.525 poin, maka akan menjadi sinyal positif," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 46,41 poin (0,21 persen) menjadi 22.453,81, indeks Nikkei turun 84,63 poin (0,43 persen) ke level 19.775,18, dan Straits Times melemah 15,47 poin (0,50 persen) ke posisi 2.905,26. (Antara)
Berita Terkait
-
Fundamental Kuat Jadi Alasan Saham BBRI Masih Jadi Rekomendasi
-
IHSG Merosot Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Menyusut 2,78 Persen
-
Kenaikan Harga Minyak Dunia Dorong IHSG Jatuh ke Level 6.956 Hari Ini
-
Jangan Tebak Harga, Ini Strategi yang Tepat Investasi Kripto di Tengah Pasar Sideway
-
IHSG Merana, BBCA Masih Dominasi Transaksi
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi
-
Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare
-
Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg
-
Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan
-
Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh
-
B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat
-
Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi
-
Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau
-
Ancaman PHK Massal di Balik Rencana 'Karpet Merah' Rokok Ilegal
-
BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024