- Pertamina menyatakan disparitas harga menjadi penyebab utama penyalahgunaan BBM serta LPG bersubsidi di Jawa Timur.
- Pihak kepolisian mengungkap 66 kasus penyalahgunaan energi sepanjang Januari hingga April 2026 dengan total 79 tersangka.
- Tindakan ilegal tersebut mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp7,5 miliar serta melibatkan modus penggunaan kendaraan modifikasi dan pengoplosan.
Suara.com - Disparitas harga menjadi faktor utama penyebab terjadinya penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi, demikian disampaikan Executive General Manager Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga Iwan Yudha Wibawa.
Hal itu dia sampaikan menyusul pengungkapan dugaan tindak pidana penyalahgunaan BBM subsidi dan LPG 3 kilogram di berbagai wilayah di Jawa Timur.
“Disparitas harga antara BBM subsidi dan non-subsidi menjadi faktor utama penyalahgunaan,” kata Iwan Yudha di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (1/5/2026).
Dari hasil pengungkapan, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai sekitar Rp7,5 miliar dari 66 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi sepanjang Januari hingga April 2026.
Dari pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa 8.904 liter Pertalite, 17.580 liter solar, 410 tabung LPG berbagai ukuran, serta 47 unit kendaraan yang telah dimodifikasi.
Sebanyak 79 tersangka dari 66 kasus ini ditangkap dan dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.
Para tersangka melalui aturan tersebut terancam pidana penjara maksimal enam tahun dan denda hingga Rp60 miliar.
Polisi mencatat sejumlah modus operasi yang digunakan pelaku antara lain penggunaan kendaraan modifikasi untuk pengisian berulang serta pembelian BBM bersubsidi untuk ditimbun dan dijual kembali.
Kemudian juga diketahui adanya modus penggunaan banyak barcode hingga praktik pengoplosan LPG 3 kilogram ke tabung non-subsidi.
Baca Juga: Harga BBM Naik! Bahlil Sentil Orang Kaya: Jangan Pakai Pertalite, Apa Enggak Malu?
Oleh sebab itu, Iwan pun mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi energi.
Ia menekankan pengawasan perlu keterlibatan berbagai pihak agar distribusi BBM dan LPG subsidi tepat sasaran termasuk dalam rangka melindungi masyarakat dari praktik-praktik ilegal yang merugikan.
Berita Terkait
-
Implementasi Green Shipping Pertamina Patra Niaga Klaim Sukses Pangkas 13.000 Ton CO2
-
Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat
-
Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan
-
Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh
-
B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat
-
Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi
-
Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau
-
Ancaman PHK Massal di Balik Rencana 'Karpet Merah' Rokok Ilegal
-
BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024
-
'Nasionalisasi Aplikator Ojol', Dasco: Potongan Kawan-kawan Driver Diturunkan
-
Tips Atur Properti, Mulai dari Desain Interior Ruang Terkoneksi Elektrik
-
Tekanan Pasar Aset Kripto Pengaruhi Kinerja COIN di Kuartal I-2026