Suara.com - Guna mengundang wisatawan asing datang ke Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memberikan bebas visa ke 47 negara. Namun sayangnya, Indonesia malah tidak mendapatkan kebijakan bebas visa dari beberapa negara tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengaku tidak masalah jika Indonesia tidak mendapatkan kebijakan bebas visa dari negara lain. Ia pun mengaku pernah diprotes oleh salah satu menteri atas kejadian tersebut. Namun menurutnya, hal ini bisa mencegah masyararakat di Indonesia keluyuran ke luar negeri.
“Nggak masalah kalau bagi saya. Ada menteri juga yang bilang kenapa kita tidak mendapatkan bebas visa sedangkan kita memberikan bebas visa. Lah kalau menurut saya ini bagus, saya malah bersyukur.Kalau nanti diberikan bebas visa, masyarakat di Indonesia malah keluyuran kemana-mana, jadi biar mereka nggak keluyura juga,” kata Rizal saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2015).
Ia menjelaskan, jika Indonesia diberikan bebas visa dan mempermudah berpergian ke luar negeri bisa memberikan dampak negative bagi nilai tukar rupiah, karena dengan berpergiannya masyarakat ke luar negeri membuat permintaan dolar semakin meningkat.
“Kan kalau mereka keluar negeri pakai dolar, nanti kurs kita terganggu karena permintaan dolar meningkat. kondisi perekonomian kan sedang tidak menentu. Jadi biar saja nggak dapat bebas visa. Nanti kalau pendapatan per kapita kita sudah 15 ribu dolar AS baru deh tuh mau urus bisa boleh,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah positif dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 Tahun 2015 yang membebaskan visa kunjungan bagi warga di 75 negara dalam meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun 2015 sebanyak 90 negara mendapatkan bebas visa untuk berkunjung di Indonesia. Jumlah ini masih kalah dibandingkan Singapura yang sudah memberikan bebas visa kepada hampir seluruh negara di dunia. Sementara Malaysia telah memberikan bebas visa kepada 156 negara.
Berita Terkait
-
Amerika Tawarkan Pembuatan Visa Kilat Nonton Piala Dunia 2026, Tapi Bayar Segini
-
Skandal Visa Piala Dunia 2026! Ini Alasan Imigrasi AS Tolak Masuk Wasit Terbaik Afrika
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
Tetap Bertolak ke Piala Dunia 2026, Masalah Visa AS Masih Bayangi Timnas Iran
-
'Apa Salah Saya?' Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Widiyanti Gara-gara Tak Disapa Saat Rapat
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
-
IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun
-
Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara
-
Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas