Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2015 yang lalu meluncurkan tabungan khusus pelajar bernama Simpanan Pelajar (SimPel). Peluncuran program tersebut guna meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya di usia dini untuk mengelola keuangan dengan menerapkan budaya menabung.
“Dulu kan kita waktu kecil disekolah suka ada kegiatan menabung, namun lama kelamaan budaya itu mulai luntur. Makanya dengan adanya program Simpanan Pelajar ini kita mau mengajak masyarakat khususnya pelajar untuk menerapkan budaya menabung,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad dalam sambutannya di acara Mengenal Jasa Keuangan di SD Negeri 01 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2015).
Bagaimana cara daftarnya dan apa saja syaratnya?
Anggota Dewan Komisioner OJK Kusumaningtuti S Soetiono menjelaskan, untuk bisa rekening SimPel, sekolah dan perbankan pertama-tama harus menjalin kerjasama. Selanjutnya, siswa bisa melakukan registrasi pendaftaran tabungan SimPel pada fasilitas bank mobile yang beroperasi di masing-masing sekolah.
“Nah jadi nanti semua dilakukan melalui pihak sekolah. Sekarang tidak perlu didampingi orang tua. Mereka daftar saja ke sekolah. Nanti sekolah yang menyampaikan kepada perbankan siapa saja yang berminat untuk menabung melalui Simpel ini,” katanya saat ditemui di lokasi yang sama.
Ia menjelaskan, nantinya pejalar hanya mengisi sedikit persyaratan. Karena belum punya KTP, maka pelajar bisa memanfaatkan Kartu Pelajar. Rekening SimPel sangat menguntungkan pelajar karena setoran sangat ringan yakni Rp 5.000. Kemudian, pelajar bisa menabung atau menyetor minimal Rp 1.000. Selain memperoleh buku tabungan dan kartu ATM, tabungan SimPel juga bebas biaya administrasi bulanan. Pelajar bisa menabung melalui bank mobile atau datang langsung ke bank.
“Setoran awalnya hanya Rp5 ribu untuk sekolah umum dan Rp1000 untuk sekolah madrasah syariah. Jadi ini kan tidak membuat siswa keberatan kan. Nggak ada potongan bulanan,” tegasnya.
Untuk memonitor pengelolaan tabungan, pelajar hanya diperbolehkan menarik maksimal empat kali dalam sebulan. Bank yang berpartisipasi dalam rekening SimPel in di antaranya Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, BTN, Bank Permata, Bank Jabar-Banten, Bank Jatim, Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, BCA Syariah dan Panin Syariah.
Berita Terkait
-
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Inovasi Digital BRI Group Tembus Rekor Baru, Tabungan dan Deposito Emas Tembus 22 Ton
-
Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya
-
Buka Tabungan di Inabuyer 2026, BRI Bagi-bagi Voucher MAP Gratis!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah