Suara.com - Harga minyak dunia berakhir sedikit lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), menjelang pertemuan OPEC yang diperkirakan akan mempertahankan kebijakan-kebijakan yang telah membuat harga turun.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, ditutup turun enam sen menjadi 41,71 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari merosot 25 sen, menjadi menetap di 44,61 dolar AS per barel di perdagangan London.
Pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Jumat, kendati sangat dinantikan, secara umum diperkirakan mempertahankan kebijakan menjaga elevasi produksi kartel untuk menekan produsen-produsen berbiaya tinggi keluar dari pasar.
Daniel Holder, analis di Schneider Electric, menggambarkan "sikap produksi berlebihan" OPEC "kuat" menuju ke pertemuan itu.
"Sebuah pemangkasan produksi OPEC mungkin diterima atau bahkan diperlukan, tetapi juga tidak mungkin," kata Tim Evans, analis Citi Future.
"Sebuah keputusan terpecah, dengan Arab Saudi dan sekutu terdekatnya masih bersikeras tentang memperjuangkan pangsa pasar, tetap skenario kasus dasar, dengan surplus yang sedang berlangsung sebagai akibatnya." Harga minyak telah mundur dari tingkat di atas 100 dolar AS per barel sejak Juli 2014, dengan penurunan dipercepat setelah pertemuan OPEC November 2014 mengisyaratkan kelompok itu akan mempertahankan tingkat produksit tinggi.
Sementara para analis tidak memperkirakan OPEC untuk mengubah sikapnya, beberapa mengatakan ada kesempatan mengejutkan di luar yang bisa mengangkat harga.
OPEC mempertahankan kuota produksi 30 juta barel per hari pada pertemuan Juni. Produksi kartel mencapai sekitar 40 persen dari produksi minyak mentah global.
Tidak ada tanda bahwa OPEC akan memangkas produksi minyak mentah meskipun harga turun tajam mulai tahun lalu. Pasar juga khawatir bahwa kembalinya minyak Iran ke pasar setelah pencabutan sanksi ekonomi Barat akan terus menyeret harga turun. [Antara/AFP]
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
Terkini
-
Pemerintah Kaji Rencana Perluasan Rusun Subsidi Jadi 45 Meter Persegi
-
THR Cair Minggu Ini? Jangan Dihabiskan Sebelum Baca Ini
-
BRI KPR Renovasi: Solusi Pembiayaan Renovasi Rumah dengan Cicilan Fleksibel
-
Mendagri Usul Pembentukan Indeks Untuk Nilai Dukungan Daerah Terhadap Program Perumahan
-
Mudik Gratis BUMN 2026: Pupuk Indonesia Berangkatkan 1.559 Pemudik ke Kampung Halaman
-
BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat
-
Sambut Hari Raya dengan Tenang, Ini Layanan BRI yang Tetap Bisa Diakses
-
Lebaran di Balik Panel Kontrol: Pekerja Kilang Pertamina Kawal Satgas Ramadan & Idulfitri 2026
-
OVO Finansial Kucurkan Rp6 Triliun untuk UMKM dan Driver
-
BRI Perkuat Dukungan Mudik Nasional Melalui Posko Lebaran 2026