Suara.com - Harga minyak dunia merosot ke posisi terendah baru multi-tahun pada Selasa (Rabu pagi WIB 9/12/2015), karena pertemuan OPEC pekan lalu yang tidak melakukan apa-apa terus membebani pasar minyak bumi.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari merosot 14 sen menjadi berakhir pada 37,51 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, turun 47 sen menjadi menetap di 40,26 dolar AS per barel di perdagangan London. Sebelumnya Brent telah jatuh di bawah 40 dolar AS untuk pertama kalinya sejak Februari 2009.
Itu merupakan sesi kedua berturut-turut kedua kontrak acuan ditutup pada tingkat terendah mereka sejak bulan itu hampir tujuh tahun yang lalu.
Harga minyak jatuh pada awal sesi setelah data perdagangan Tiongkok yang lemah menggarisbawahi kekhawatiran tentang pelambatan pertumbuhan global. Tetapi harga menguat kembali ke dalam sebagian wilayah positif hari itu, sebuah tanda beberapa pedagang berpikir bahwa posisi terendah telah tercapai.
Harga minyak telah defensif sejak Jumat lalu, ketika Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak mengambil tindakan pada produksi untuk mengatasi kelebihan pasokan yang telah menekan harga selama lebih dari satu tahun.
Para analis telah mengkritisi hasil itu sebagai tanda perselisihan di dalam kartel.
"Setelah keputusan OPEC -- atau yang menjadi kebingungan -- pekan lalu, pertanyaannya adalah tidak jika ketika itu ini akan terjadi," kata analis ETX Capital, Daniel Sugarman, mengacu ke penurunane terbaru Brent di bawah 40 dolar AS.
Analis mengatakan pasar bisa bersiap untuk kemunduran lagi setelah rilis data persediaan minyak AS pada Rabu. Laporan ini diperkirakan akan menunjukkan persediaan minyak mentah dan pasokan minyak pemanas rumah lebih tinggi, sebagian karena cuaca hangat tidak pada musimnya telah menekan permintaan pemanas di AS. (Antara)
Berita Terkait
-
Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Harga Minyak Dunia Melejit Biaya Mobil Bensin Naik 5 Kali Lipat Dibanding Mobil Listrik
-
Ledakan Dahsyat Guncang Kilang Minyak Texas AS, Diserang Rudal Iran?
-
Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran
-
Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta
-
Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana
-
Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026
-
Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional