Suara.com - Ternyata Inggris merupakan investor asing terbesar kedua dari Eropa di Indonesia. Pada tahun 2014 lalu, Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi langsung luar negeri dari Inggris mencapai lebih dari 1,5 miliar dolar AS, meningkat lebih dari 500 juta dolar AS tahun sebelumnya.
Hal itu diungkapkan DCM KBRI London, Anita Luhulima dalam acara Indonesia Economic Review yang digagas oleh Kantor Perwakilan BKPM London, Kamis(17/12/2015).
Sebagai pembicara pada kegiatan itu adalah Kepala Kantor Perwakilan BKPM London, Nurul Ichwan; Atase Perdagangan KBRI London, Rita Rosiana dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia London, Endy Dwi Tjahjono, dan moderator Pelakasana Fungsi Ekonomi, Hastin Dumadi, yang dilaksanakan di KBRI London.
Menteri Kelautan dan Perikanan ke-6 Susi Pudjiastuti yang melakukan kunjungan kerja di London memberikan keynote speech dalam acara Indonesia Economic Review yang dihadiri pengusaha Inggris dengan memaparkan perkembangan pembangunan dari sisi kelautan dan perikanan.
Dikatakannya sejak ia ditunjuk Presiden Jakowi untuk menangani Kementerian Kelautan dan Perikanan. Banyak hal yang sudah dilakukannya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Menurut Menteri Susi, sesuai instruksi Presiden, Susi menekankan tranparansi di kementeriannya. "Kami melakukan pertemuan dengan seluruh stakeholders, baik hitam dan putih, secara terbuka, komprehensif, detil dan tuntas.
Dikatakannya kementeriannya juga selalu melibatkan media dalam setiap tahapan proses dan membawa semua persoalan ke rasio dasar, logika, dan nurani serta responsif dengan segera apapun masalah dan tidak menunda bila dapat dikerjakan hari ini.
"Kami memiliki Handbook dengan SOP berbasis sistem check-list," ujar Menteri yang sering dikenal kontroversial menambahkan bahwa seluruh jajarannya siap dalam 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu.
Diharapkannya pihaknya dapat menjalin kerja sama dengan pengusaha Inggris khususnya dalam bidang keamanan, teknologi satelit dan juga kerja sama dalam upaha pengamanan laut di Indonesia dari sisi penangkapan ikan.
Sementara itu Kepala BKPM London Nurul Ichwan memaparkan berbagai kemudahan yang diperoleh pengusaha Inggris dalam berinvestasi di Indonesia, diantaranya pengurusan berbagai surat izin.
Selain itu BKPM juga telah menyederhanakan berbagai peraturan serta meregulasi dalam pengurusan tax allowance dan tax holiday yang tadinya membutuhkan waktu beberapa bulan saat ini bisa diurus hanya dalam beberapa hari.
Dikatakannya Indonesia telah melakukan perbaikan dalam iklim berinvestasi dengan mengeluarkan berbagai paket kebijaksanaan serta ease of doing business (EODB) seperti untuk mendapatkan izin hanya dibutuhkan waktu tiga jam untuk perusahaan-perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu diantaranya mempekerjakan sedikitnya 1000 orang karyawan. (Antara)
Berita Terkait
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Keir Starmer Mundur, Andy Burnham Calon Kuat Perdana Menteri Inggris Baru
-
Bukayo Saka Kembali Latihan, Timnas Inggris Siapkan untuk Fase Krusial Piala Dunia?
-
Alasan Keir Starmer Mengundurkan Diri dari Kursi Perdana Menteri Inggris
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham
-
IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina
-
Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux
-
Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
-
RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar
-
PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus
-
Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen
-
Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855
-
Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual