Suara.com - Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia di New York pada Senin (Selasa pagi WIB 22/12/2015), di tengah perdagangan tipis di musim liburan.
Dengan tidak adanya data utama yang keluar dari negara itu pada Senin (21/12/2015), dolar AS mundur dari tertinggi dua minggu pada awal perdagangan pekan yang dipersingkat, ketika pasar AS dan sebagian besar pasar Eropa akan ditutup pada Jumat untuk Natal.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,33 persen menjadi 98,375 pada akhir perdagangan.
Indeks telah naik ke tingkat tertinggi sejak 2 Desember di 99,233 pada Kamis lalu menyusul keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga, untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade pada Rabu lalu.
Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0921 dolar AS dari 1,0862 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris merosot menjadi 1,4883 dolar AS dari 1,4809 dolar di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7187 dolar AS dari 0,7186 dolar.
Dolar AS dibeli 121,05 yen Jepang, lebih rendah dari 121,28 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9919 franc Swiss dari 0,9928 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3964 dolar Kanada dari 1,3928 dolar Kanada. (Antara)
Berita Terkait
-
Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS
-
BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen
-
BI Batasi Pembelian Tunai Dolar Mulai April, Rupiah Terus Melemah
-
Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menko Airlangga: Tugas BI Ini!
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
Terkini
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong
-
Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?
-
PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya
-
Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat
-
IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak
-
Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun
-
Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran
-
Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026
-
Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS