Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB 22/12/2015). Kondisi ini terjadi karena dolar AS menunjukkan pelemahan.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 15,6 dolar AS atau 1,46 persen, menjadi menetap di 1.080,60 dolar AS per ounce.
Emas mendapat dukungan karena indeks dolar AS, ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,25 persen menjadi 98,44 pada pukul 18.00 GMT.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
Para pedagang fokus pada serangkaian data ekonomi yang akan keluar minggu ini, yakni laporan produk domestik bruto dan laporan penjualan rumah siap huni yang akan dirilis pada Selasa.
Selain itu, pesanan untuk barang-barang tahan lama, penjualan rumah baru, serta pendapatan dan pengeluaran pribadi akan dirilis pada Rabu, dan laporan klaim pengangguran mingguan pada Kamis, sementara pasar akan ditutup pada Jumat.
Pasar belum yakin kapankenaikan suku bunga The Fed berikutnya, dari tingkat 0,50 persen ke tingkat 0,75 persen akan terjadi. Alat Fedwatch menunjukkan probabilitas tersirat menunjukkan bahwa pasar percaya bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen selama pertemuan FOMC Maret.
Probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 persen menjadi 0,75 persen mencapai 52 persen pada pertemuan Maret, dan 10 persen pada pertemuan Januari.
Para analis percaya bahwa The Fed bertujuan untuk menyerap sekitar 2,5 triliun dolar AS kelebihan dana cadangan bank-bank karena ekonomi AS mulai pulih.
Selera risiko bank-bank meningkat dalam ekonomi yang "bullish" (bergairah), berpotensi melepaskan beberapa kelebihan cadangan mereka, membanjiri ekonomi dengan uang tunai, sehingga menyebabkan inflasi.
Tren jangka panjang untuk emas tetap sangat "bearish" menurut para analis, karena The Fed menaikkan suku bunganya pada Desember meskipun diharapkan untuk penundaan kenaikan suku bunga hingga 2016.
Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.
Perak untuk pengiriman Maret bertambah 21,9 sen, atau 1,55 persen, menjadi ditutup pada 14,315 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 20,5 dolar AS, atau 2,39 persen, menjadi ditutup pada 881,30 dolar AS per ounce. (Antara)
Berita Terkait
-
Perkuat Literasi Masyarakat Tentang Tabungan Emas, Pegadaian Gelar Gema Ramadan Bareng Tring
-
Investasi Emas Digital Kian Diminati Generasi Muda, Pegadaian Perkuat Layanan Lewat Integrasi PRIMA
-
Emas Antam Fluktuatif, Hari Ini Merosot Jadi Rp 3.024.000/Gram
-
Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman
-
Emas Antam Mulai Perlahan Naik Lagi, Harganya Kini Rp 3.049.000/Gram
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
Terkini
-
Volume Transmisi Gas PGN Naik, EBITDA Tembus USD971,2 Juta
-
Respons Garuda Indonesia Usai Tak Lagi Dapat Bintang 5 dari Skytrax
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
-
Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4
-
Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Bintang 4, Kenyamanan dan Fasilitas Menurun
-
Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
-
Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional
-
Wapres Cek Proyek Strategis Senilai Rp1,4 T di Tuban, Siap Genjot Ekspor Semen ke Pasar Global
-
Fitch Semprot Outlook RI Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Jujur: Salah Saya Juga!
-
Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman: Cadangan Nasional Bisa Tahan hingga 35 Hari