- Harga emas Antam per 5 Maret 2026 naik tipis, sementara harga beli kembali juga mengalami peningkatan signifikan.
- Harga emas Antam yang tertera belum termasuk PPh wajib berdasarkan peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/OMK.19/2017.
- Harga emas dunia menguat karena ketegangan geopolitik, namun dibatasi oleh solidnya data sektor jasa Amerika Serikat.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 5 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.049.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu mulai naik Rp 4.000 dibandingkan hari Rabi, 4 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.819.000 per gram.
Harga buyback itu juga melesat Rp 25.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.578.436
- Emas 1 Gram Rp 3.056.623
- Emas 2 gram Rp 6.053.095
- Emas 3 gram Rp 9.054.580
- Emas 5 gram Rp 15.057.550
- Emas 10 gram Rp 30.059.963
- Emas 25 gram Rp 75.024.093
- Emas 50 gram Rp 149.968.988
- Emas 100 gram Rp 299.859.780
- Emas 250 gram Rp 749.383.788
- Emas 500 gram Rp 1.498.557.050
- Emas 1.000 gram Rp 2.997.074.000
Harga Emas Dunia Bangkit
Harga emas dunia (XAU/USD) bertahan di zona positif pada perdagangan sesi Asia, Kamis, mendekati level USDc5.145 per troy ounce. Penguatan logam mulia ini ditopang meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip laporan FXStreet, sentimen geopolitik kembali memanas setelah militer Israel pada Rabu memulai gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur militer di Teheran, sebagaimana dilaporkan BBC.
Baca Juga: Update Harga Emas 5 Maret 2026 di Pegadaian, Tertahan Rp 3 Jutaan
Di sisi lain, Partai Republik menolak resolusi yang bertujuan mewajibkan Presiden AS Donald Trump meminta persetujuan Kongres untuk tindakan militer AS di masa mendatang terhadap Iran.
Sebelumnya, ketua Kepala Staf Gabungan menyatakan bahwa AS akan mulai "menyerang secara bertahap lebih dalam" ke Iran. Ketegangan yang terus meningkat ini mendorong investor memburu aset lindung nilai seperti emas dalam jangka pendek.
Namun, ruang kenaikan emas berpotensi terbatas oleh penguatan dolar AS. Data ekonomi terbaru menunjukkan aktivitas sektor jasa Negeri Paman Sam masih solid. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa ISM naik menjadi 56,1 pada Februari dari 53,8 pada bulan sebelumnya, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 53,5.
Data tersebut dinilai memperkuat peluang bank sentral AS, yakni Federal Reserve, untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kebijakan suku bunga tinggi biasanya mendukung penguatan dolar AS dan menekan harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut, termasuk emas.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data Klaim Pengangguran Awal mingguan AS yang dijadwalkan keluar Kamis sore waktu setempat. Selain itu, pejabat The Fed Michelle Bowman juga dijadwalkan menyampaikan pidato yang bisa memberi petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.
Secara umum, pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap hingga musim panas, meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya mendorong penurunan suku bunga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Antam Borong 6 Ton Emas per Tahun dari Anak Usaha Merdeka Group
-
Perancis dan Spanyol 'Lawan AS', Tidak Takut Ancaman Embargo Dagang Trump
-
Hormuz Terblokade: Harga Minyak Brent Melonjak ke 83 Dolar AS
-
Sasar Momentum THR, Sarinah Tebar Diskon hingga 50%
-
Bursa Kripto CFX Manjakan PAKD dengan Layanan Rekonsiliasi Transaksi yang Kian Fleksibel
-
Rasio Kredit Bermasalah KPR Meningkat, SMF Sebut Bukan karena Tenor Diperpanjang hingga 30 Tahun
-
Indonesia Bernegosiasi untuk Loloskan Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz
-
BHR Mitra Ojol Gojek Ditransfer Hingga 6 Maret 2026, Nominalnya Naik Tahun Ini
-
Saham ASII Diborong Lagi saat Harganya Murah
-
BRI Perkuat Dana Murah, CASA Tembus 70,6% dan DPK Capai Rp1.467 Triliun