Suara.com - Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda pada pentingnya perencanaan keuangan sejak dini, investasi emas digital semakin menarik perhatian. Emas dipilih sebagai salah satu instrumen investasi, karena dikenal sebagai safe haven yang mampu menjaga nilai kekayaan dari inflasi serta ketidakpastian ekonomi.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu mengatakan, kalangan muda semakin sadar akan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Perkembangan teknologi pun dinilai mampu membuat investasi emas makin mudah di akses, bahkan dengan modal yang relatif ringan.
“Investasi emas digital Pegadaian hadir sebagai solusi yang memungkinkan masyarakat mendapat investasi emas dengan nominal terjangkau, dengan sistem kepemilikan yang fleksibel, serta keamanan dan kemudahan bertransaksi sesuai kebutuhan berbagai segmen,” ujarnya dalam PRIMA Talkshow bertema “Cerdas Investasi, Finansial Pasti”, di Pegadaian Tower, Jakarta, Kamis(5/3/2025).
Dalam rangka memperluas akses masyarakat terhadap layanan investasi digital Pegadaian, PT Rintis Sejahtera ikut mengintegrasikan layanan tersebut ke dalam ekosistem Jaringan PRIMA, yang mencakup institusi bank maupun nonbank.
Senior Executive Vice President Marketing PT Rintis Sejahtera, Robby Sutisna mengatakan, perusahaan mendukung perluasan layanan investasi digital Pegadaian melalui integrasi dengan ekosistem pembayaran Jaringan PRIMA.
"Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terbaik, dengan menyediakan solusi pembayaran yang terintegrasi bagi nasabah Pegadaian di berbagai kanal transaksi, sekaligus mendukung pengembangan bisnis Pegadaian secara berkelanjutan," jelasnya.
Kerja sama ini memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan emas Pegadaian dengan lebih mudah melalui ekosistem Jaringan PRIMA, termasuk melakukan top up tabungan emas. Ke depan, sejumlah fitur lain seperti Cicil Gadai, Tebus Gadai, hingga Pembiayaan Usaha juga akan turut diintegrasikan. ***
Berita Terkait
-
Apakah Bisa Gadai Kulkas di Pegadaian? Begini Caranya
-
Harga Emas Pegadaian Kompak Anjlok Hari Ini, Saatnya Borong Emas Galeri 24?
-
Perkuat Layanan Digital PMI, Finnet dan KP2MI Resmikan Kerja Sama Strategis
-
Kilau Berkah Ramadan: Tring! by Pegadaian Hadirkan Festival Seru di 10 Kota Besar Indonesia
-
Apakah Bisa Gadai BPKB Mobil Tanpa Survey? Ini 4 Pilihan Tempat Selain Pegadaian
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
KPK Cecar Jaksa dan Polisi Soal Dugaan Pemberian THR dari Bupati Rejang Lebong
-
Suster Natalia Sumringah, BNI Pastikan Dana Gereja Rp28 Miliar Kembali Paling Cepat Besok
-
Dukung Pembangunan Bait Suci Pertama di Jakarta, Menag Tegaskan Jaminan Kebebasan Beragama
-
Bongkar Nasib Khoirudin Usai Tak Jabat Ketua DPRD DKI, PKS: Dapat Amanah Lebih Besar di DPP
-
Dihujani Kritik Buntut Proyek Pipa Bikin Macet, Dirut PAM Jaya Jawab Begini
-
Tangis Haru Suranti dan Perjuangan 22 Tahun JALA PRT Sambut Pengesahan UU PPRT di DPR
-
Jakarta Siaga Kemarau Panjang, Pemprov Dorong Tanam Pangan Alternatif hingga Manfaatkan Air AC
-
Kecil-kecil Jadi Begal: 4 Remaja di Tangerang Diringkus Berikut Pistol Rakitan Kaliber 5,56 Mm
-
RUU Pemilu Digodok Matang, DPR Cari Formula Ambang Batas Parlemen yang Paling Adil
-
Kekerasan di Papua Meningkat, DPD RI Desak Pemerintah Buka 'Grand Design' Penyelesaian Konflik