Suara.com - Penjualan rumah kayu bongkar pasang atau "knock down" selama beberapa bulan terakhir masih normal, sehingga usaha ini tetap ditekuni warga Desa Tanjung Batu Seberang, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Pantauan di lapangan, Jumat (25/12/2015), rata-rata hampir 60 persen warga Desa Tanjung Batu Seberang menekuni wirausaha pembuatan rumah bongkar pasang (knock down).
Tak hanya itu, warga di desa ini punya keahlian turun temurun menjadi tukang kayu. Sebagian warganya menggantungkan hidupnya sebagai wirausaha pembuat rumah knock down berbahan kayu.
Menurut Alimin (65), salah satu wirausaha pembuat rumah knock down di Desa Tanjung Batu Seberang, ia menggeluti usaha pembuatan rumah bongkar pasang selama lebih dari 35 tahun.
Keahlian bertukang kayu diperoleh secara turun temurun dari Puyang (Nenek moyang-red)," kata Alimin.
Dikatakannya, usaha pembuatan rumah bongkar pasang yang dijalaninya tergantung dari modal sendiri, karena pemerintah setempat belum pernah memberikan bantuan pinjaman lunak untuk menyokong perkembangan usaha ini.
Menurutnya, penjualan rumah kayu knock down per bulan belum bisa dipastikan, ada kalanya dalam sebulan laku dua unit hingga tiga unit dan juga pernah tidak laku sama sekali.
Biasanya pembeli adalah pendatang, dan rumah yang sudah jadi tersebut dibongkar lalu dipindahkan ke tempat alamat pembeli dipasang kembali sampai siap huni sesuai perjanjian sebelum transaksi, katanya.
Mengenai bahan baku, kayu yang digunakan adalah jenis meranti dan seru atau kayu kelas dua kualitasnya sangat bagus bisa dijamin.
Sementara, untuk kualitas kayu terbaik yaitu jenis tembesu, namun di zaman sekarang ini susah mendapatkan jenis kayu tersebut, di samping harganya lebih mahal.
Sedangkan jenis kayu seru didatangkan dari Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu, dan kayu meranti dipasok dari Kota Jambi dan daerah Pampangan, Kabupaten Ogan Ilir.
Mengenai harga jual sangat beragam, seperti untuk rumah knock down ukuran 6 x 8 meter dengan satu kamar di hargai Rp65 juta per unit. Sedangkan rumah Ukuran 8 x 12 meter dengan tiga kamar dibandrol Rp145 juta per unit.
"Sementara untuk pembuatan atau pemesanan jenis gazebo (pondok kecil) ukuran 2,5x 2,5 meter Rp5 juta per unit. Pelanggan biasanya membeli rumah knock down sekaligus memesan gazebo," katanya.
Ia menambahkan, harga beli rumah tersebut sudah termasuk ongkos kirim serta upah bongkar dan pasang di tempat, sedangkan konsumen hanya menyiapkan pondasi dan tiang rumah sesuai ukuran yang dipesan.
"Ukuran tiang tersebut, biasanya kita beri gambarnya ke konsumen, sehingga saat menyetel rumah knock down posisi tiang dan kerangka rumah tepat sesuai yang diinginkan," kata Halim yang juga mantan Kepala Desa Tanjung Batu Seberang di era tahun 89-2000 ini.
(Antara)
Berita Terkait
-
Tertinggal Shalat Ied Berjamaah, Bolehkah Sholat Idul Fitri Sendirian di Rumah?
-
Promo Indomaret 14-23 Maret 2026: Popok Bayi, Body Care, dan Camilan Diskon Besar
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Promo JSM Alfamart Minggu Ini: Sirup Mulai Rp8 Ribuan, Kue Kaleng Murah untuk Lebaran
-
Ramadan Jadi Momen Perkuat Hubungan Pasutri, Ini Tips Psikolog dan Ustaz untuk Rumah Tangga Harmonis
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Program Gentengisasi Prabowo Dongkrak Permintaan Genteng di Sentra Majalengka
-
Bukan Beban, Kemnaker Sebut Mudik Bersama Investasi bagi Produktivitas Karyawan
-
Terbaru! Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
-
OJK Jatuhkan Denda Rp5,6 Miliar dalam Kasus IPO POSA, Benny Tjokro Disanksi Seumur Hidup
-
Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan, Volume Perdagangan Spot Tembus Rp24,33 triliun
-
Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Cerminkan Perbaikan Ekonomi dan Administrasi
-
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
-
Pensiunan Diincar Penipu Jelang Lebaran, Komisaris TASPEN Ariawan Ungkap Modusnya
-
Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan ke AS, Pasokan Dijamin Aman
-
Presiden Prabowo Subianto: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Negara, Bukan Pengusaha