Suara.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan ketersediaan listrik sistem Jawa-Bali tetap aman meski tanpa pasokan PLTP Kamojang Unit 1, 2, dan 3 dengan total kapasitas daya 140 megawatt.
Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi di Jakarta, Rabu (6/1/2016), mengatakan bahwa saat ini pasokan listrik sistem Jawa-Bali dalam kondisi berkecukupan.
"PLN akan memanfaatkan aliran listrik Jawa-Bali yang saat ini pasokannya berkecukupan untuk mengganti pasokan dari PLTP Kamojang 1,2, dan 3," katanya.
Menurut dia, PLN mempunyai alasan kuat menunda kelanjutan pembelian uap panas bumi dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) karena harga yang ditawarkan terlalu tinggi.
"Kalau harga uap tinggi, bisa memengaruhi tarif listrik," katanya.
Agung mengatakan bahwa PLN dan Pertamina telah bekerja sama pemanfaatan uap panas bumi PLTP Kamojang 1, 2, dan 3 selama 32 tahun.
Namun, lanjut dia, pada tahun 2015, Pertamina mengajukan penawaran harga uap yang tinggi untuk jangka waktu 5 tahun.
"Kalau harga uap yang ditawarkan wajar, kami mungkin akan beli karena sudah bekerja sama selama 32 tahun. Namun, kami bingung kenapa tiba-tiba Pertamina menawarkan harga mahal hanya untuk jangka waktu lima tahun saja," ujarnya.
PLN memperkirakan harga uap Kamojang tidak akan melebihi Rp535 atau 4 sen dolar AS per kWh.
"Namun, Pertamina tetap bertahan dengan harga jual tinggi sehingga menjadi pertimbangan PLN menunda perpanjangan pembelian uap dari Kamojang 1, 2, dan 3," ujarnya.
Agung menambahkan, pihaknya selalu mendukung pengembangan panas bumi dengan harga yang wajar.
Sebelumnya, Pertamina mengancam akan menghentikan pasokan uap panas bumi ke PLTP Kamojang Unit 1, 2, dan 3 dengan total daya 140 megawatt per 1 Februari 2016 jika tidak tercapai kesepakatan harga jual energi terbarukan tersebut.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan bahwa pihaknya telah menawarkan PLN kembali memperpanjang "interim agreement" harga jual uap sambil menegosiasikan harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat ini.
"Namun, tidak ada kesepakatan yang dicapai kendati Pertamina telah memberikan penawaran paling lunak dengan perpanjangan 'interim agreement'," katanya.
Justru, lanjut dia, melalui suratnya pada tanggal 29 Desember 2015, PLN menyampaikan tidak akan memperpanjang kontrak yang artinya terdapat risiko penutupan sumur uap untuk PLTP Kamojang Unit 1,2, dan 3.
"Selanjutnya, kami telah menyampaikan ke PLN untuk dapat kembali ke 'interim agreement' hingga akhir Januari 2016," katanya.
Apabila hingga waktu yang diberikan, lanjut dia, PLN belum juga memberikan tanggapan yang layak, per 1 Februari 2016 Pertamina terpaksa menghentikan pasokan uap panas bumi ke PLTP Kamojang.
Pasokan uap panas bumi ke PLTP Kamojang dilakukan anak perusahaan Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).
Sementara itu, PLTP Kamojang 1, 2, dan 3 dikelola anak perusahaan PLN, PT Indonesia Power.
(Antara)
Berita Terkait
-
Jamin Stok BBM Saat Lebaran 2026, Pertamina Kawal Ketat Produksi Gasoline dan Avtur di 6 Kilang
-
Pertamina Jamin Stok BBM Aman di Momen Mudik Lebaran 2026
-
Update Harga BBM Pertamina, Shell, BP dan Vivo Maret 2026 saat Harga Minyak Naik
-
Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional
-
Pertamina Tegaskan Stok BBM Aman: Cadangan Nasional Bisa Tahan hingga 35 Hari
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Tiket KA Lebaran dari Gambir dan Pasar Senen Ludes 625 Ribu, 18 Maret Jadi Tanggal Favorit
-
Pensiunan Didorong Tetap Produktif Lewat Program Pemberdayaan
-
BI Catat Indeks Keyakinan Konsumen Turun pada Februari
-
InJourney Hospitality Kembalikan Operasikan Hotel Bersejarah di Dekat Malioboro
-
Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut
-
Bahlil Gunakan Jurus B50 dan E20 untuk Hadapi Minyak Dunia yang Mendidih
-
PT TASPEN Imbau Pensiunan Waspada Penipuan, Tegaskan THR Langsung Masuk ke Rekening
-
Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Dipotong, Tapi Belanja Diperketat
-
Purbaya Salahkan Ekonom soal Rupiah Lemah ke Rp 17 Ribu hingga IHSG Jeblok
-
Bahlil Minta Warga Tak Panik, Jamin Stok BBM Aman dan Harga Subsidi Tak Naik