Suara.com - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat, menyatakan adanya kelebihan kamar hotel di Kota Padang yang disebabkan tidak sebandingnya antara jumlah kamar dan tingkat hunian berpotensi menyebabkan perang tarif antar-hotel di daerah setempat.
"Setiap hotel, berbintang atau hotel kecil tentu ingin bertahan. Jika kelebihan kamar dibiarkan begitu saja maka dapat memicu terjadinya perang tarif," kata Ketua PHRI Sumbar, Maulana Yusran di Padang, Senin (18/1/2016).
Ia mengatakan perang tarif atau terjadinya penurunan harga kamar di setiap hotel sebenarnya tidak baik untuk sebuah industri, karena berkaitan dengan lapangan pekerjaan dan nasib karyawan hotel sehingga langkah untuk mengatasi kemiskinan tidak tercapai.
"Dalam perang tarif, pemilihan kamar tetap ditentukan konsumen. Mereka pasti memilih fasilitas terbaik dengan harga murah sehingga hotel-hotel kecil berpotensi kehilangan omzet dan tidak selalu dapat bertahan," katanya.
Jika memang akhirnya terjadi pesaingan antara hotel kecil dan besar, maka yang dapat dilakukan setiap hotel untuk bertahan ialah mempertahankan atau meningkatkan kualitas pelayanan hotel serta memahami tuntutan pasar.
Saat ini, data PHRI Sumbar menunjukkan terdapat 2.900 kamar hotel di Kota Padang, jumlah ini meningkat dari total kamar sebelum gempa yakni 1.500 kamar dan untuk 2016 sudah ada tambahan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) delapan hotel dengan total kamar sekitar 800 kamar.
Dengan 1.500 kamar sebelum gempa, tingkat hunian hotel mencapai 70 hingga 80 persen dan masih ada indikasi kamar kosong, sedangkan untuk rata-rata hunian hotel mulai 2010 atau pascagempa ialah 40 hingga 50 persen dan mengalami kelebihan kamar.
"Harusnya pemerintah memiliki konsep yang matang sebelum menambah kamar hotel di Padang dan mengacu pada tingkat hunian hotel," ujarnya.
Jika tingkat hunian hotel telah mencapai 80 persen, pemerintah dapat menambah jumlah kamar, namun untuk kondisi saat ini seharusnya pemerintah lebih fokus pada pembenahan destinasi untuk mendorong peningkatan kunjungan dan tingkat hunian hotel.
"Jika ketersediaan destinasi dapat mendorong tingkat kunjungan hingga 80 persen, maka kamar hotel kecil pun akan tetap laku dan bertahan walaupun tejadi perang tarif," katanya.
Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Yomin Tofri mengemukakan tingkat hunian hotel berbintang di provinsi itu mengalami penurunan pada November 2015 sebesar 3,81 poin atau dari 60,91 persen pada Oktober 2015 menjadi 57,10 persen pada November.
Ia mengatakan penurunan tersebut sejalan dengan jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri di Bandara Internasional Minangkabau pada November 2015 adalah sebanyak 7,11 ribu orang, atau turun 19,21 persen dibanding Oktober 2015. (Antara)
Berita Terkait
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
Usai Hotel Sultan, Lapangan Golf Ottolima di Senayan Diminta Dievaluasi
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Kericuhan Warnai Pengosongan Lahan Hotel Sultan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!