Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (28/1/2016) ditutup naik sebesar 19,20 poin atau 0,42 persen menjadi 4.602,82.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 1,04 poin (0,13 persen) menjadi 795,01.
"IHSG bergerak ditutup naik dengan volume perdagangan relatif sedang. Keuntungan sektoral terbesar dipimpin oleh saham aneka industri dan pertanian pada perdagangan," kata Analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (28/1/2016).
Ia menambahkan bahwa paket kebijakan pemerintah jilid IX mengenai percepatan pembangunan infrastruktur tenaga listrik, stabilisasi harga daging dan peningkatan sektor logistik menjadi dorongan investor untuk tetap melakukan akumulasi beli saham sehingga indeks BEI berada di area positif.
Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli menambah topangan bagi IHSG BEI. Dalam data perdagangan BEI, tercatat pelaku pasar asing membukukan beli bersih atau "foreign net buy" sebesar Rp8,678 miliar pada Kamis, (28/1/2016) ini.
Secara teknikal, lanjut dia, penguatan IHSG mulai masuk dalam area jenuh beli atau "overbought", situasi itu membuka potensi pembalikan arah. Diperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi di akhir pekan (Jumat, 29/1) di kisaran 4.575-4.650 poin.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan bahwa dampak penguatan harga minyak mentah masih menjadi salah satu penopang bagi laju IHSG BEI.
"Menguatnya harga minyak menjadi salah satu yang memicu aliran dana asing masuk ke pasar saham domestik," katanya.
Sementara itu, tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 215.373 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 3,18 miliar lembar saham senilai Rp4,10 triliun. Efek yang bergerak naik sebanyak 143 saham, turun 136 saham, dan yang bergerak stagnan atau tidak bergerak nilainya sebanyak 90 saham.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 143,38 poin (0,75 persen) ke level 19.195,83, indeks Nikkei turun 122,47 poin (0,71 persen) ke level 17.041,45, dan Straits Times menguat 16,27 poin (0,64 persen) ke posisi 2.562,45. (Antara)
Berita Terkait
-
Saham-saham Bakrie Jadi Buruan Asing di Sesi I
-
IHSG Meroket ke Level 6.400 di Sesi I, Saham Bakrie Berjaya
-
IHSG Bangkit Lagi di Awal Sesi ke Level 6.300, Pantau TPIA
-
BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi di Tengah Gejolak Minyak, Cek IHSG Hari Ini
-
Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
BUMN Ramai-ramai Gagal Bayar: Salah Kelola atau Ada 'Sesuatu'?
-
Review Cek Khodam: Komedi Horor yang Telat Menunggangi Momentum Tren Viral
-
Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway
-
Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China
-
3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan
-
BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?
-
Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah
-
Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby
-
11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket
-
Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi