Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26/1/2016) ditutup naik tipis 4,68 poin tertahan oleh harga minyak mentah dunia yang bergerak menurun.
IHSG BEI ditutup menguat sebesar 4,68 poin atau 0,10 persen menjadi 4.510,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 3,14 poin (0,40 persen) menjadi 782,92.
"Kembali tertekannya harga minyak mentah dunia memberikan pengaruh terhadap pergerakan bursa saham eksternal yang akhirnya menahan laju kenaikan indeks BEI lebih tinggi," kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta, Selasa (26/1/2016).
Menurut dia, fluktuasi nilai tukar rupiah yang relatif stabil terhadap dolar AS menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar saham domestik, sebagian investor masih mengambil posisi beli meski tidak terlalu agresif.
Ia menambahkan bahwa potensi indeks BEI untuk melanjutkan penguatan masih cukup terbuka, saat ini yang menjadi perhatian pelaku pasar di dalam negeri yakni pembangunan infrastruktur. Diharapkan, realisasi belanja modal pemerintah untuk infrastruktur lebih baik dibandingkan tahun lalu.
"Diproyeksikan, IHSG akan bergerak di kisaran level 4.445-4.560 poin pada besok (Rabu, 27/1/2016) dengan kecenderungan menguat," katanya.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menambahkan bahwa IHSG bergerak bervariasi ditutup menguat tipis dengan volume perdagangan yang relatif sepi. Sektor konsumer menjadi salah satu yang menopang IHSG.
"Aliran dana asing yang keluar dari pasar saham sebesar Rp327,93 miliar menjadi pemberat bagi laju indeks BEI," katanya.
Sementara itu, tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 191.457 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 2,31 miliar lembar saham senilai Rp3,24 triliun. Efek yang bergerak naik sebanyak 100 saham, turun 175 saham, dan yang bergerak stagnan atau tidak bergerak nilainya sebanyak 93 saham.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 479,34 poin (2,48 persen) ke level 18.860,80, indeks Nikkei turun 402,01 poin (2,35 persen) ke level 16.708,90, dan Straits Times melemah 37,12 poin (1,44 persen) ke posisi 2.545,52. (Antara)
Berita Terkait
-
Daftar Saham Milik Negara Erling Haaland di IHSG, Ada Emiten Konglomerat
-
4 Calon Emiten Baru Antre IPO Saham, Ada yang Punya Aset Jumbo Rp250 Miliar
-
IHSG Terbang 4,24% Sepekan, Market Cap Naik Jadi Rp10.749 Triliun
-
Transaksi Jumbo Rp1,2 Triliun di Saham BBCA, Ada Apa?
-
Skandal Investasi? Pejabat AS Raup Untung Fantastis dari IPO SpaceX
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
PKB Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan, Ijtima Ulama Desak Keadilan untuk Pesantren
-
Dari Tanggal Gajian hingga Destinasi Dekat, Ini 5 Tren Liburan Wisatawan Asia Tenggara 2026
-
Stefan Keeltjes Apresiasi Kondisi Fisik Pemain Kendal Tornado FC dalam Dua Pekan Latihan
-
Krisis Kompetensi BGN: Pertaruhan Gizi Anak di Bawah Bayang-bayang Politik
-
Sambut Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Dukung Pendidikan Lewat Program Ini Sekolahku
-
Pengamat Soroti Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah: Ini Praktik Fishing Expedition
-
Karim Adeyemi Tinggalkan Dortmund, Resmi Bergabung dengan Barcelona
-
Purbaya Bingung Jakarta Bikin Obligasi Daerah: Buat Apa? Kan Uangnya Banyak?
-
Baru Diangkat Jadi PPPK, Empat ASN Palembang Dipecat usai Absen Kerja Lebih dari 100 Hari
-
Tak Mau Ada Korupsi dari Investasi, 12 Entitas BUMN Asuransi Dibuang