Suara.com - Provinsi Sulawesi Utara mengimpor ikan cakalang sebanyak 15 ton dari India karena produksi lokal tidak mampu memenuhi permintaan industri di daerah tersebut. Padahal selama ini wilayah ini dikenal sebagai salah satu produsen ikan cakalang.
"Produksi nelayan dan kapal lokal ternyata tidak mampu memenuhi permintaan industri ikan cakalang di Sulut sehingga harus melakukan impor dari India," kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sulut Ronald Sorongan di Manado, Senin (1/2/2016).
Dia mengatakan industri ikan kaleng di Bitung memang melakukan impor ikan cakalang sebanyak 15 ton dari India, karena untuk memenuhi permintaan pembeli atau buyers dari luar negeri.
"Selain memenuhi permintaan yang sudah tertera dalam kontrak kerja, pihaknya melakukan impor yakni PT Delta industri pengelolaan ikan kaleng di Kota Bitung karena untuk menjawab permintaan pasar dan perjanjian dengan buyers luar negeri, dan juga untuk menghidupi karyawan," jelasnya.
Sebenarnya ini sangat ironi karena Sulut terkenal dengan pengekspor produksi perikanan apalagi ikan cakalang. Namun dengan adanya moraturium dari Menteri KKP, banyak kapal yang tidak melaut terutama kapal-kapal asing dan eks asing.
"Dan kami mengharapkan hanya kapal lokal dan nelayan kecil yang boleh menangkap ikan, ternyata produksi mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan industri di Sulut," jelasnya.
Kapal lokal, katanya, tidak mampu mensuplai bahan baku ikan cakalang ke industri karena kapal yang menangkap ikan masih sangat sedikit.
"Padahal, ikan di laut cukup banyak, tapi kapal yang menangkap masih sangat kurang," katanya.
Jika, kapal lokal masih belum bisa memenuhi permintaan industri di Sulut, maka ada kemungkinan Sulut masih akan melakukan impor ikan dari luar negeri," jelasnya. (Antara)
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM