Suara.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyebutkan dua raksasa elektronik asal Jepang, Panasonic dan Toshiba, yang dikabarkan menutup pabrik di Cikarang dan Pasuruan. Mereka belum menyampaikan laporan apapun ke lembaga tersebut.
"Untuk investasi seperti ini (padat karya), kami tahun lalu sudah melakukan pendekatan melalui Desk Khusus Investasi Tekstil dan Sepatu. Tapi kalau sampaikan secara korporasi, mereka belum menyampaikan ke sini (soal penutupan pabrik) ke sini," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/2/2016).
Meski belum secara resmi melapor untuk mencabut investasi di Indonesia, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa perusahaan elektronik Jepang saat ini memang kalah kompetisi dengan Tiongkok.
Informasi lainnya juga menyebutkan bahwa ada restrukturisasi perusahaan dalam rangka efisiensi.
"Kami sendiri tebak-tebak saja meski dapat info dua hal itu. Tapi kalau dilihat secara keseluruhan, sebenarnya terjadi peningkatan komitmen investasi di sektor tersebut (elektronik) hingga 106 persen," katanya.
Franky melanjutkan, pihaknya masih menunggu laporan resmi yang mengkonfirmasi kabar ditutupnya pabrik kedua perusahaan teknologi Jepang itu. BKPM menilai ada keharusan melaporkannya jika suatu perusahaan memutuskan untuk menutup pabrik dan mencabut investasinya dari Indonesia.
"Bagi kami belum tentu mereka tutup. Tentu ada keharusan, setidaknya dalam catatan kami, kalau misal ada rencana perluasan lalu mereka membatalkan kita bisa tahu," katanya.
Sebelumnya diberitakan, menurut laporan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, dua perusahaan elektronik raksasa asal Jepang menutup pabriknya di Indonesia dalam kurun waktu Januari-Maret 2016 dengan potensi sekitar 2.500 tenaga kerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April
-
Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora
-
Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China
-
Laris Manis! KAI Angkut 5 Juta Penumpang Selama Mudik Lebaran 2026
-
Target IPO 2026 Tak Berubah Meski Awal Tahun Sepi di Pasar Modal
-
BNI Ajak Nasabah Kurangi Emisi Lewat Fitur wondr earth, Hitung Jejak Karbon hingga Tanam Pohon
-
Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil
-
Menaker Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas Hadapi AI
-
IHSG Sepekan Loyo ke Level 7.026, Asing Jual Rp 33 Triliun!
-
Usai Divonis Bebas Kasus Video Profil Desa, Amsal Sitepu Ditunjuk Jadi Ketua Gekrafs Karo