Suara.com - Pabrik baja konstruksi PT Krakatau Osaka Steel yang sedang dibangun di Cilegon, Jawa Barat, dilaporkan mulai beroperasi pada Oktober 2016.
"Mereka melaporkan pembangunan pabrik sesuai rencana dan akan beroperasi tahun ini," kata Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Rabu (3/2/2016).
Putu menyampaikan hal tersebut usai bertemu dengan rombongan perusahaan joint venture antara PT Krakatau Steel dan perusahaan asal Jepang Osaka Steel Co, Ltd tersebut.
Menurutnya, perusahaan yang 80 persen sahamnya milik Osaka Steel itu siap untuk mendapat sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) baja yang disyaratkan pemerintah.
"Kami bilang silahkan buat contoh produknya, baru bisa didaftarkan SNI," ujar Putu.
Sementara itu, Junji Uchida, President Osaka Steel menyampaikan bahwa dengan memproduksi baja tulangan yang berkualitas tinggi dan diproses dengan teknologi canggih, produknya akan lolos meraih sertifikat SNI.
"Kami harus mendapat SNI. Tentu, dengan peralatan canggih, pengoperasian dan kualitas yang baik, kami yakin dapat meraih SNI," ujar Junji.
Menurut Junji, rencana pemerintah untuk gencar membangun infrastruktur merupakan peluang besar bagi perusahaannya untuk berkontribusi memenuhi kebutuhan baja dalam negeri.
Adapun, nilai investasi pabrik tersebut mencapai 200 juta dollar AS dengan kapasitas produksi baja perusahaan ditargetkan mencapai 500.000 ton per tahun.
Pabrik yang akan berlokasi di Kawasan Industri Cilegon itu akan memproduksi tiga jenis baja, yaitu baja profil, baja tulangan, dan flat bar yang biasa dibutuhkan industri konstruksi.
Kongsi ini telah disepakati kedua belah pihak sejak 2012 lalu dengan membentuk perusahaan patungan, yaitu PT Krakatau Osaka Steel (KOS) dengan komposisi kepemilikan PT Krakatau Steel Tbk sebesar 20 persen dan Osaka Steel sebesar 80 persen. (Antara)
Berita Terkait
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
Krakatau Steel: Jaringan Gas Kunci Ekspansi Industri di Cilegon
-
Pemerintah Kenakan Tarif Impor Baja China Jadi 17,5 Persen
-
Krakatau Steel Bidik Produksi 4,5 Juta Ton Baja di 2026
-
Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Kemenkeu Kantongi Rp 14,15 Triliun dari Penunggak Pajak Jumbo
-
Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tuntutan Buruh Minta THR Bebas Pajak
-
Klarifikasi DPR soal Polemik MBG Sedot Anggaran Pendidikan
-
BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank
-
Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Gimana Nasib Penerbangan Umrah?
-
Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban
-
Dolar AS Makin Mahal, Cek Kurs Terbaru di Bank Mandiri hingga BCA
-
Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
4 Kapal Pertamina Masih Berada di Timur Tengah, 2 Berada di Area Selat Hormuz