- IISIA menyoroti ancaman produk impor di pasar domestik akibat kelebihan pasokan global dan fluktuasi harga bahan baku.
- Asosiasi menuntut penguatan penerapan SNI wajib bagi seluruh produk baja yang beredar termasuk baja impor.
- Pemerintah dan asosiasi berupaya meningkatkan daya saing serta kapasitas produksi baja nasional melalui sinergi.
Suara.com - Industri baja nasional menggaungkan perang melawan produk impor yang dinilai mengancam pasar domestik. Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) menegaskan pentingnya penguatan pengendalian impor dan penerapan standar ketat bagi seluruh produk baja yang beredar di Tanah Air.
Ketua IISIA, Akbar Djohan, mengatakan industri baja Indonesia saat ini berada di tengah tekanan global akibat oversupply atau kelebihan pasokan dunia. Kondisi tersebut diperparah dengan fluktuasi harga bahan baku dan masuknya produk impor ke pasar domestik.
"Kita berada di tengah badai global. Oversupply melanda pasar dunia, harga bahan baku berfluktuasi, dan tekanan produk impor terus mengancam pasar domestik," ujar Akbar seperti dikutip, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar dari proyek infrastruktur yang terus berjalan dan program hilirisasi yang semakin masif. Namun tanpa perlindungan pasar yang memadai, lonjakan permintaan baja justru berpotensi dinikmati produk luar negeri.
"Baja nasional harus berdaulat.Kita harus mandiri, kompetitif, dan menjadi tuan rumah yang tangguh di negeri sendiri," tegasnya.
Salah satu poin krusial, yaitu penguatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi seluruh produk baja, termasuk baja impor.
IISIA menekankan bahwa seluruh baja yang beredar di Indonesia wajib memenuhi SNI sebagai jaminan keamanan, keselamatan, dan kualitas. Standarisasi dinilai bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut keselamatan publik dan keberlanjutan industri nasional.
"Standardisasi bukan hanya soal teknis, tetapi juga tentang keselamatan masyarakat dan kedaulatan industri. Produk baja yang tidak memenuhi SNI berpotensi mengancam keamanan konstruksi dan nyawa manusia," kata perwakilan IISIA.
Karena itu, asosiasi mendorong pemerintah memperkuat pengawasan di perbatasan (border control) maupun pascaperbatasan (post-border monitoring), guna memastikan tidak ada produk baja yang tidak sesuai standar beredar di pasar.
Baca Juga: Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidato kuncinya menegaskan bahwa industri besi dan baja merupakan tulang punggung perekonomian nasional.
Pemerintah, kata dia, terus mendorong sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan regulator untuk meningkatkan daya saing serta kapasitas produksi nasional.
"Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan regulator untuk meningkatkan daya saing, memperkuat kapasitas produksi, serta mempercepat transformasi yang berkelanjutan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
Arus Kendaraan Mudik Diproyeksi Naik 7%, Bisa Picu Potensi Macet di Pelabuhan
-
BPJS Gratis untuk Driver Ojol, Program Apresiasi Gojek Bikin Kerja Lebih Tenang
-
Menkeu Purbaya Kena Semprot Dua Menteri Prabowo Kurang dari 24 Jam
-
Peringatan Bahlil Soal Pasokan Energi RI Jika Ada Perang
-
Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal
-
Mudik Lebaran 2026: PELNI Tambah Jadwal Kapal ke Sapeken & Masalembo!
-
Naik Kelas Bukan Sekadar Modal, UMKM Perlu Manajemen dan Strategi
-
Kepala LKPP ke Menko AHY: Kami Siap Kawal Pengadaan Proyek Infrastruktur yang Kompleks
-
Di Balik Rencana Bahlil Potong Produksi Batu Bara
-
Bahlil Sindir Purbaya Lagi, Kali Ini Soal Lifting Minyak