Suara.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi daerah itu menunjukkan tren meningkat, yaitu mencapai 6,48 persen pada triwulan IV 2015, sedangkan sebelumnya 6,12 persen (tahun ke tahun) pada triwulan III 2015.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Doni P Joewono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan capaian pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang terus meningkat sejak triwulan III 2015, menunjukkan perekonomian ibu kota yang mulai bangkit setelah mengalami pelemahan di awal tahun.
Rilis data produk domestik regional bruto (PDRB) oleh BPS pada 5 Februari 2016, memberikan gambaran tersebut melalui revisi angka PDRB (sejak 2013) yang semakin meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta.
Pada triwulan terakhir 2015, perekonomian DKI Jakarta dapat meningkat mencapai 6,48 persen (tahun ke tahun) melanjutkan peningkatan yang sudah terjadi pada triwulan sebelumnya, sebesar 6,12 persen (tahun ke tahun).
Dorongan dari dua triwulan terakhir itu mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sehingga untuk keseluruhan pada 2015 dapat tumbuh mencapai 5,88 persen tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 5,91 persen.
Perkembangan itu memperlihatkan ekonomi Jakarta mampu tumbuh stabil di tengah perekonomian nasional yang mengalami pelemahan dari 5,02 persen menjadi 4,79 persen pada 2015.
Dorongan peningkatan pertumbuhan pada triwulan IV 2015 terutama berasal dari gencarnya realisasi anggaran belanja, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta adanya dorongan yang cukup tinggi dari sisi produksi, terutama pada sektor industri, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
Peningkatan realisasi belanja APBD DKI Jakarta, yang didorong oleh berbagai program percepatan belanja oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta peningkatan belanja pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga yang ada di Jakarta, berdampak signifikan terhadap peningkatan konsumsi pemerintah DKI Jakarta.
Kondisi permintaan belum mengalami penguatan dengan konsumsi rumah tangga dan investasi sektor swasta yang masih tumbuh lemah. Demikian halnya dengan permintaan eksternal, lemahnya ekonomi global masih berdampak pada pertumbuhan ekspor yang masih menurun pada triwulan itu.
Dengan perkembangan tersebut, perbaikan pertumbuhan ekonomi diperkirakan terus berlanjut pada 2016. Realisasi angka pertumbuhan ekonomi dan stabilitas ekonomi makro yang tetap terjaga diharapkan dapat memberikan ekspektasi positif untuk mendorong pertumbuhan investasi swasta.
Kondisi tersebut didukung pula oleh penurunan suku bunga, implementasi berbagai Paket Kebijakan Pemerintah serta dukungan stimulus fiskal, khususnya pada pembangunan proyek infrastruktur di ibu kota.
Konsumsi rumah tangga sebagai motor penggerak perekonomian juga diperkirakan meningkat, sejalan dengan peningkatan optimisme konsumen, sebagaimana tercermin pada peningkatan Indeks Tendensi Konsumen (BPS) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (BI).
Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan, baik di tingkat regional, nasional, maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu
-
Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun
-
10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara
-
Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik
-
Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026
-
Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar
-
Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor
-
Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal
-
Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya
-
Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres