Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil menyatakan mulai 2017 program kementerian-lembaga yang tidak jelas tidak akan mendapat pembiayaan dari APBN.
"Arahan Presiden agar pembiayaan nanti yang penting hasilnya," kata Sofyan Djalil dalam konferensi pers bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Rabu (10/2/2016).
Sofyan menyebutkan program-program yang akan mendapat pembiayaan adalah yang jelas dan memberi manfaat kepada rakyat.
"Karena itu sebelum program diusulkan oleh kementerian-lembaga, Bappenas akan mengajukan sejumlah pertanyaan apa perlu mengapa perlu, kapan perlu," katanya.
Ia menyebutkan dengan cara demikian Bappenas akan tahu justifikasi berbagai program terutama dalam mencapai tujuan nasional.
Sofyan menyebutkan dalam sidang kabinet paripurna itu, pihaknya mempresentasikan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017.
"Ini baru persiapan awal karena mulai dari sekarang Bappenas harus berkoordinasi dengan semua kementerian-lembaga dan daerah dalam menyusun RKP 2017," katanya.
Ia menyebutkan tema RKP 2017 adalah momentum percepatan penyediaan infrastruktur dan peningkatan pertumbuhan ekonomi untuk membuka kesempatan kerja dan mengurangi kesenjangan antardaerah.
Menurut Sofyan, RKP 2017 juga akan memuat keterkaitan semua program dengan program revolusi mental.
"Semua program pemerintah harus dikaitkan dengan revolusi mental seperti penegakan disiplin dan hukum," katanya.
Menurut dia, Presiden Jokowi juga meminta adanya perubahan dari prinsip "money follow function "artinya uang dibagikan ke semua unit, menjadi "money follow program".
"Dengan demikian penggunaan anggaran akan terasa manfaatnya, pembiayaan hanya akan dialokasikan untuk program yang jelas manfaatnya," katanya.
Selain membahas penetapan tema, arahan kebijakan dan prioritas pembangunan dalam rangka Penyusunan RKP Tahun 2017, sidang kabinet paripurna Rabu sore (10/2/2016) juga membahas masalah revisi Daftar Negatif Investasi (DNI dan percepatan integrasi RPJMN 2015 - 2019 dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). (Antara)
Berita Terkait
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang
-
Ke Gresik, Gus Ipul Disambut Pidato 4 Bahasa Siswa Sekolah Rakyat
-
Dukung Program Pemerintah, Ekspor Perdana Pipa Stainless Tembus Pasar Jerman
-
Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja
-
Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite