Pemerintah umumkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/2/2016) [Suara.com/Erick Tanjung]
Pemerintah mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi X yang intinya perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang diatur dalam Perpres Nomor 39 Tahun 2014. Peket kebijakan ekonomi ini telah diputuskan oleh Presiden dan Wakil Presiden dalam rapat paripurna pada Rabu (10/2/2016) kemarin.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa paket Kebijakan Ekonomi X ini pada prinsipnya adalah memberikan perlindungan kepada pelaku Usaha Kecil dan menengah (UKM) berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
"Maka bagi UMKM yang mempunyai kekayaan bersih dibawah Rp10 miliar mendapatkan perlindubngan dalam keputusan atau policy kebijakan yang diambil pemerintah. Kepada UMKM dengan kekayaan bersih dibawah Rp10 miliar, mereka tidak terkena hal tersebut," kata Pramono dalam konfrensi pers di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (11/2/2016).
Kemudian, lanjut dia, paket kebijakan ekonomi X ini akan memotong mata rantai oligarki dan kartel yang selama ini mengakibatkan keuntungan bisnis hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. Dia mencontohkan, misalnya mengenai usaha layar bioskop yang hanya terdapat 1.117 layar di seluruh Indonesia, dan itu hanya bisa diakses 13 persen dari penduduk Indonesia.
Sedangkan penduduk Indonesia sudah mencapai 250 juta, dan 87 persen layar bioskop itu ada di pulau Jawa. Yang lebih ironis lagi 35 persen gedung layar bioskop itu ada di Jakarta.
"Maka dengan demikian para pelaku yang selama ini mendapatkan kemudahan menguasai semua ini hanya 3-4 perusahaan. Tentunya ini tidak baik bagi kehidupan dunia perfilm-an kita, maka dengan demikian yang seperti ini pemerintah akan melakukan perubahan," terang dia.
Selanjutnya adalah membuat harga lebih murah untuk kebutuhan masyarakat banyak. Sebagai contoh selama ini bahan dasar obat-obatan tidak bisa masuk, kalau masuk pun ada batasannya.
"Maka dengan pengaturan ini diharapkan nantinya bahan dasar obat menjadi lebih murah, maka obat-obatan bisa terjangkau, dibeli oleh masyarakat dengan harga lebih murah," katanya.
Selain itu, mengingat Indonesia telah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) maka investasi asing akan dibuka lebih luas. Sehingga dengan begitu diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru yang lebih luas.
"Yang berikutnya mendorong perusahaan nasional untuk bersaing dan makin kuat, karena memang kebijakan-kebijakan yang dibuat selama beberapa waktu lalu ada yang memberikan perlidungan kepada kelompok-kelompok tertentu. Maka dengan pengaturan ini, tidak ada lagi orang dipaksa untuk bisa bersaing," tandas dia.
"Bapak Presiden selalu memberi contoh misalnya pom bensin kita, sebelm ada shell dll, Pertamina itukan pom bensinnya dari dulu bisa lihat tidak baik lah. Begitu ada pesaing menjadi lebih baik, karena ada kompetisi di dalamnya. Kebijakan ini bukan dalam rangka liberalisasi. Karena proteksi pada UMKM, tetapi kebijakan ini untuk mendorong adanya modernisasi terhadap bangsa kita dan betul-betul kebijakan yang terbuka, yang bisa membuat siapapun akan tumbuh para pemain-pemain baru, usahawan-usahawan baru, inovator-inovator baru, teknologi-teknologi baru, yang akan bersaing dan bertanding dalam pasar global," tukas Politisi PDI Perjuangan tersebut.
Komentar
Berita Terkait
-
Kisah Jalian Setiarsa Kembangkan UMKM Tembus Pasar Internasional Didukung Ekosistem BRI
-
Transformasi Bisnis Rumahan Jadi Brand Dunia Hingga Raih Penghargaan BRI
-
Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI
-
Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah
-
4 Tahun Mangkrak Usai Kebakaran, Pramono Buka Pintu bagi Investor Rombak Jakarta Islamic Centre
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
-
Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor
-
Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka
-
Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat
-
Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia
-
Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu
-
Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari
-
Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM