Suara.com - Presiden Joko Widodo mencanangkan perbaikan peringkat Indonesia dalam "ease of doing business" atau kemudahaan melakukan bisnis versi Bank Dunia dari peringkat 109 pada 2016, menjadi masuk 40 besar pada 2017.
"Bank dunia baru saja merilis mengenai 'ease of doing business'. Peringkat sekarang ini 109 dari 189 negara, dan Presiden mencanangkan tahun 2017 Indonesia harus di bawah 40," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam siaran pers dari Sekretariat Kabinet di Jakarta, Jumat.
Sembilan duta besar yang akan bertugas sesuai negara penempatannya dan diterima Pramono di kantornya, Jakarta, yakni Husnan Bey Fananie (Dubes RI untuk Republik Azerbaijan berkedudukan di Baku), dan Alexander Litaay (Dubes RI untuk Republik Kroasia berkedudukan di Zagreb).
Selain itu, Antonius Agus Sriyono (Dubes RI untuk Takhta Suci Vatikan, berkedudukan di Vatikan), Iwan Suyudhie Amri (Dubes RI untuk Republik Islam Pakistan berkedudukan di Islamabad), Sri Astari Rasjid (Dubes RI untuk Republik Bulgaria merangkap Republik Albania dan Republik Makedonia berkedudukan di Sofia).
Selain itu Safira Machrusah (dubes RI untuk Republik Demokratik Rakyat Aljazair berkedudukan di Aljir), Diennaryati Tjokrosuprihatono (Dubes RI untuk Republik Ekuador berkedudukan di Quito), Octavino Alimudin (Dubes RI untuk Republik Islam Iran dan Turkmenistan berkedudukan di Teheran), dan Tito Dos Santos Baptista (Dubes RI untuk Republik Mozambique merangkap Republik Malawi berkedudukan di Maputo).
Untuk mencapai target perbaikan peringkat dari Bank Dunia itu, katanya, saat ini pemerintah sedang betul-betul menggalakkan investasi langsung atau "foreign direct investment" (FDI).
Pemerintah, katanya, akan membentuk Badan Promosi yang selama ini melibatkan 17 kementerian menjadi satu badan.
"Jadi nanti akan dibuat satu Badan Promosi baru yang menghimpun semuanya sehingga kalau mengadakan pameran di luar negeri itu enggak nanggung-nanggung," katanya.
Hingga kini, pemerintah sudah mengeluarkan 10 paket kebijakan ekonomi. Prinsipnya adalah, dari 1-10 paket kebijakan itu memberikan kemudahan di bidang investasi dan memberikan proteksi kepada para investor.
Seskab juga mengingatkan bahwa tahun 2016 adalah tahun yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi sebagai tahun percepatan kerja.
"Harapannya pada 2016 ini pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5,3 persen," katanya.
Ia menambahkan ada lima poin utama yang sekarang ini menjadi prioritas yang harus diperhatikan yakni pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, penurunan angka kemiskinan, masalah inflasi, dan gini ratio (kesenjangan).
Dari data Bank Dunia, negara-negara yang masuk dalam 10 besar peringkat "ease of doing business" dari Bank Dunia pada 2016 adalah Singapura, Selandia Baru, Denmark, Korea Selatan, Hong Kong SAR, Inggris, AS, Swedia, Norwegia, dan Finlandia.
Dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya yang peringkatnya berada di atas Indonesia adalah Singapura pada peringkat 1, Malaysia peringkat 18, Thailand 49, Brunei Darussalam 84, dan Filipina 103. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Talenta Muda Indonesia Siap Jadi Motor Solusi Bisnis Berkelanjutan
-
Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Beyond Media di Era AI
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Perusahaan Jepang Ini Makin Ekspansif di RI
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya
-
Misteri Venue Semifinal Piala Presiden 2026: Batal di Bandung dan Surabaya, Pindah ke Luar Jawa?
-
Cantik Saja Tak Cukup: Tren Baru Ini Bikin Rumah Makin Estetik Sekaligus Super Aman
-
Konsep Wellness Living Memikat Pasar, Sentul City Optimistis Tren Positif Hingga Akhir 2026
-
Jokowi Dinobatkan Jadi Sesepuh Raja-raja Timor, Ribuan Warga Kupang Berebut Abadikan Momen
-
Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak
-
Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag
-
Shayne Pattynama Sesumbar Jelang Indonesia vs Vietnam: Kami Sangat Percaya Diri!
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus