- PT Jamkrindo Syariah mengubah fokus strategi bisnis 2026 dari kuantitas menjadi kualitas pertumbuhan berkelanjutan.
- Perubahan arah ini merespons tantangan industri, regulasi baru, dan tuntutan transformasi digital yang semakin cepat.
- Perusahaan akan menata ulang organisasi, memperkuat eksekusi disiplin, serta manajemen risiko berbasis data.
Suara.com - PT Jamkrindo Syariah menyiapkan arah strategi bisnis baru pada 2026 dengan menekankan pergeseran fokus dari sekadar mengejar pertumbuhan menuju peningkatan kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan.
Langkah ini diambil setelah perusahaan mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, yang dijadikan pijakan untuk melakukan penajaman strategi ke depan.
Plt Direktur Utama PT Jamkrindo, Abdul Bari, selaku Pemegang Saham Pengendali PT Jamkrindo Syariah, mengatakan perubahan fokus tersebut diperlukan untuk menjawab tantangan industri, perkembangan regulasi, serta percepatan transformasi digital. Menurutnya, mengejar pertumbuhan semata tidak lagi cukup tanpa memastikan kualitasnya.
"Tahun 2026 bukan tahun untuk sekadar melanjutkan, melainkan untuk mengeksekusi dengan lebih presisi, lebih cepat, dan lebih berdampak," ujarnya seperti dikutip, Rabu (21/1/2026).
Bari menegaskan bahwa capaian kinerja sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk melangkah ke fase berikutnya. Namun, Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan yang tidak diiringi kualitas justru dapat menimbulkan risiko di masa depan.
"Pertumbuhan tanpa kualitas pada akhirnya akan menjadi beban klaim, beban reputasi, beban modal, dan beban moral organisasi," katanya.
Sejalan dengan itu, Jamkrindo Syariah akan melakukan penataan ulang organisasi atau reshaping agar lebih fokus, tajam, dan relevan dengan tantangan bisnis ke depan.
Bari menekankan, langkah tersebut bukan karena strategi sebelumnya keliru, melainkan sebagai respons atas perubahan lingkungan usaha yang bergerak semakin cepat.
"Reshaping berarti membentuk ulang—bukan karena yang lama tidak baik, tetapi karena dunia bergerak lebih cepat," imbuhnya.
Baca Juga: Menperin: BUMN Tekstil Disiapkan, Dana Rp 100 Triliun Akan Digelontorkan
Selain menajamkan fokus bisnis, perusahaan juga mendorong perubahan cara kerja dengan menempatkan disiplin eksekusi sebagai indikator utama kinerja. Menurut Abdul Bari, perencanaan yang baik tidak akan bermakna tanpa pelaksanaan yang konsisten di lapangan.
"Keunggulan itu tidak datang dari rencana yang indah, melainkan dari eksekusi yang disiplin dan SDM yang berdaya," katanya.
Ke depan, Jamkrindo Syariah juga memperkuat manajemen risiko berbasis data dan analytics sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pertumbuhan. Pengambilan keputusan bisnis diarahkan agar semakin data-driven, mulai dari tahap perencanaan, eksekusi, hingga pemantauan portofolio.
Di sisi lain, tata kelola dan integritas tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Bari menegaskan bahwa kepercayaan merupakan aset strategis yang tidak dapat ditawar dalam industri penjaminan syariah.
"Pertumbuhan yang excellence hanya dapat dicapai apabila didukung oleh tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap ketentuan, serta integritas seluruh insan perusahaan tanpa kompromi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
Terkini
-
Bos BI Akui Pencalonan Keponakan Prabowo Jadi Sentimen Rupiah Anjlok
-
Akselerasi Ekonomi Digital: Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Pertumbuhan Inklusif Indonesia
-
Muara Sungai Jadi Kunci Pengendalian Banjir, Kementerian PU Turun Tangan
-
Bansos BPNT Tahap 1 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Lengkap Pencairan Tahun Ini
-
Bos BI Tak Mau Ikut Campur Soal Pencalonan Deputi Gubernur BI
-
IHSG Longsor Gegara Aksi Ambil Untung, 556 Saham Kebakaran
-
BI Rate Tetap, Rupiah Langsung Perkasa ke Level Rp 16.936
-
Purbaya Ungkap Penerimaan Negara dari Cukai Rokok Ilegal Bisa Capai Triliunan
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Agincourt Resource Belum Bisa Lakukan Aksi Setelah IUP Tambang Emas Dicabut