3.Kita Bekerja untuk Mendapatkan Uang
Menyampaikan tema uang dan kerja keras kepada anak harus pada momen yang tepat. Tujuannya adalah agar anak tidak menjadi mata duitan, menganggap segala hal dinilai dengan uang. Dengan memberikan uang ekstra pada anak, itu bisa mendukung semangat anak untuk melakukan tugas tambahan yang diberikan dengan baik. Salah satu pendapat yang tampaknya menjadi sesuatu yang lazim adalah memberikan anak-anak kesempatan untuk mendapatkan uang lebih dengan cara bekerja lebih keras bisa mengembangkan etos kerja yang sehat.
4.Perencanaan Keuangan adalah Bagian Terpenting dalam Hidup
Perencanaan keuangan jauh lebih baik diajarkan pada anak sejak usia dini. Bisa melalui aktivitas harian seperti menabung, belanja, bermain dan sebagainya. Salah satu hal yang wajib diajarkan adalah anak perlu mengenal perbedaan kebutuhan dan keinginan sejak kecil. Anak seringkali menganggap semua keinginannya menjadi kebutuhan. Padahal, jika anak bisa membedakan kedua hal tersebut, maka ia akan selalu bisa mengendalikan diri jika sesuatu yang ia inginkan belum pasti bisa didapatkan.
Jika orang tua sudah mampu memberikan contoh yang baik, maka anak juga dengan mudah meniru tingkah orang tuanya. Ingat, anak hanya meniru apa yang dilakukan orang tuanya tanpa mengerti benar atau salah. Hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan jika karakter anak akan terbentuk karena sifat orang tuanya. Perhatikan dan ajari anak untuk berhemat dan memilih yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dia.
Jika ada kesulitan saat mengajari anak tentang cara berhemat, libatkan dia dalam diskusi. Ketika mengambil keputusan keuangan penting, cobalah untuk membuka diskusi dan melibatkan anak-anak di dalamnya untuk menunjukkan bagaimana Anda sangat jeli dalam perhitungan di setiap keputusan pengeluaran. Ini adalah salah satu cara untuk mengajarkan anak tentang uang dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Manfaatkan Kartu Kredit Anda di Momen Great Sale
5 Transaksi Menguntungkan Hanya dengan Menggunakan Kartu Kredit
5 Masalah Keuangan yang Wajib Diketahui Fresh Graduate
| Published by Cermati.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan
-
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik