- Pandu Sjahrir menyatakan IHSG melemah 3,54 persen akibat pelaku pasar membutuhkan kepastian implementasi kebijakan Danantara Sumber Daya Indonesia.
- Pemerintah sedang menyerap masukan industri dan akan berdialog dengan asosiasi guna memastikan proses transisi kebijakan berjalan lancar.
- Pemerintah berkomitmen menjaga kontrak bisnis yang sudah berjalan agar tidak terganggu selama penerapan aturan baru tersebut berlangsung.
Suara.com - Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, buka suara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok akibat kehadiran PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Menurutnya, pelaku pasar saat ini masih menunggu kepastian terkait implementasi kebijakan baru tersebut.
"Tentunya sama kalau IHSG, mereka kan juga, ini kan mereka perlu mencari certainty juga pengen tahu hasilnya," ujar Pandu di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Kamis (21/5/2026).
Ia melanjutkan, pasar membutuhkan penjelasan lebih rinci mengenai implementasi DSI agar pelaku usaha memiliki gambaran yang lebih jelas terhadap dampak kebijakan tersebut.
Pandu mengatakan pemerintah saat ini masih membahas proses transisi penerapan kebijakan, termasuk menyerap berbagai masukan dari industri.
Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan pertemuan dengan asosiasi dan para pelaku usaha dalam beberapa hari ke depan.
"Nanti kita akan, semuanya nih kita lagi dapat masukan juga dari industri, bakal ketemu asosiasi juga nanti, dan ketemu pemain-pemain the next 2 days, so it should be okay lah," ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah tidak ingin implementasi kebijakan baru mengganggu aktivitas bisnis yang selama ini telah berjalan, termasuk kontrak-kontrak yang sudah ada.
"Kontrak existing pasti kan tetap ada, akan jalan, sekarang kita enggak mau disrupt anything with respect to kontrak-kontrak yang existing, kita ingin semuanya lancar, berjalan dengan baik," katanya.
Baca Juga: Asing Kabur Bawa Dana Rp 51,42 T dari Pasar Saham Hari Ini, ANTM Paling Banyak
Meski demikian, Pandu tetap optimistis respons pasar akan membaik setelah pelaku usaha dan investor memperoleh kepastian lebih lanjut mengenai pelaksanaan kebijakan tersebut.
"Ya insyaallah pasti baik lah, kan kita pasti akan melihat market, market-nya penting," ucapnya.
Untuk diketaui, IHSG ditutup melemah 3,54 persen atau turun 223,56 poin ke level 6.094,94 pada perdagangan hari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya
-
Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float
-
Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif
-
Menteri UMKM Dibuat Kesal TikTok Shop, Ini Alasannya
-
Asing Kabur Bawa Dana Rp 51,42 T dari Pasar Saham Hari Ini, ANTM Paling Banyak
-
Pemerintah Resmi Perpanjang Kebijakan WFH 2 Bulan Imbas Perang AS vs Iran
-
Impor Minyak Rusia Tanpa Pertamina, Pemerintah Siapkan BLU Khusus
-
PGN Amankan Kesepakatan Strategis Pasokan Gas Bumi di IPA Convex 2026
-
IHSG dan Rupiah Ambruk, Luhut ke Investor Global: Saya Minta Maaf Karena Situasi Ini!