Suara.com - Bank sentral Selandia Baru, Kamis (10/3/2016), memangkas tingkat suku bunga acuan, official cash rate (OCR), sebesar 25 basis poin ke tingkat terendah dalam sejarah, yakni 2,25 persen. Kebijakan ini mengutip risiko inflasi yang bertahan rendah.
Inflasi umum (headline inflation) -- saat ini di 0,1 persen -- tetap rendah, sebagian besar karena berlanjutnya penurunan harga-harga untuk bahan bakar dan impor-impor lainnya. Demikian penjelasan dari Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Graeme Wheeler mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Inflasi inti tahunan, yang mengecualikan pengaruh-pengaruh pergerakan harga bersifat sementara, lebih tinggi, sebesar 1,6 persen.
"Sementara ekspektasi inflasi jangka panjang juga berlabuh di dua persen, telah terjadi penurunan yang material berbagai ukuran ekspektasi inflasi," kata Wheeler.
"Ini adalah sebuah kekhawatiran karena meningkatkan risiko bahwa penurunan harapan menjadi terpenuhi dengan sendirinya dan mengurangi hasil inflasi ke depan." Inflasi diperkirakan bergerak lebih tinggi selama 2016, tetapi memakan waktu lebih lama untuk mencapai kisaran target RBNZ satu persen hingga tiga persen.
Wheeler meninggalkan pintu terbuka kemungkinan pemotongan OCR lebih lanjut, mengatakan mereka mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa inflasi rata-rata mendatang menetap dekat tengah dari kisaran target.
Dia juga mengatakan prospek pertumbuhan global telah memburuk karena pertumbuhan lebih lemah di Tiongkok dan negara-negara berkembang lainnya, serta pelambatan pertumbuhan di Eropa, sementara volatilitas pasar keuangan telah meningkat dan harga komoditas tetap rendah.
"Di dalam negeri, sektor susu menghadapi tantangan sulit, tetapi pertumbuhan domestik diperkirakan akan didukung oleh migrasi ke dalam yang kuat, pariwisata, kegiatan konstruksi pipa dan kebijakan moneter yang akomodatif," kata Wheeler.
"Nilai tukar tertimbang diperdagangkan lebih dari empat persen lebih tinggi dari yang diproyeksikan pada Desember, dan penurunan akan sesuai mengingat pelemahan dalam harga ekspor." Dia juga mengatakan bahwa inflasi harga rumah di kota terbesar Auckland -- yang sebelumnya RBNZ peringatkan adalah berisiko terhadap stabilitas keuangan negara -- telah dimoderasi dalam beberapa bulan terakhir, namun harga rumah tetap pada tingkat tinggi dan pasokan perumahan tambahan masih dibutuhkan.
Tekanan pasar perumahan juga telah bertambah di beberapa daerah lain. (Antara)
Berita Terkait
-
Ingin Pindah ke New Zealand? Bocoran Aturan Skilled Migrant 2026 dari Konten Kreator Andy Saputra
-
Pemain Selandia Baru Tegaskan Dukungan untuk Iran: Mereka Layak di Piala Dunia 2026
-
Selandia Baru Tetap Lakukan Persiapan Melawan Iran Jelang Piala Dunia 2026
-
BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin
-
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan
-
Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini
-
Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI
-
Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN