Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance Enny Sri Hartati mengakui kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih sangat penting sebagai penggerak perekonomian Indonesia. Namun sektor swasta dan usaha kecil dan menengah (UKM) juga memiliki arti yang tak kalah penting dalam perekonomian Indonesia.
"BUMN bagaimanapun memang diberi tanggung jawab untuk memegang kegiatan bisnis yang sangat strategis bagi bangsa dan negara. Sehingga dia akan selalu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," kata Enny saat dihubungi Suara.com, Jumat (11/3/2016).
Namun Enny mengingatkan sektor swasta juga memiliki kontribusi yang tak kalah vital. Sebab swastalah yang fokus menggarap segmen ekonomi yang betul-betul memiliki nilai komersial yang tinggi. Sedangkan UKM menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia. "Meskipun kecil-kecil tapi banyak, dia juga memiliki arti yang sangat penting bagi perekonomian tanah air," ujar Enny.
Sayangnya Enny kini melihat ada pergeseran peran yang terjadi. Banyak BUMN terutama melalui anak usahanya justru sibuk menggarap aktivitas bisnis komersial. Sementara banyak sumber daya ekonomi strategis justru malah dikuasai dan dikelola oleh swasta. "Ini yang harus dibenahi segera oleh pemerintah," tutup Enny.
Tahun ini, Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan total aset 118 perusahaan pelat merah pada 2016 mencapai Rp6.240 triliun, meningkat 40,27 persen dibanding tahun 2015 sebesar Rp4.577 triliun. Peningkatan aset BUMN terutama didorong revaluasi aset yang dilakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dalam rangka memanfaatkan Paket Kebijakan Ekonomi V, pada 2014 terdapat 53 BUMN dan 19 anak perusahaan yang melakukan revaluasi aset dengan total aset Rp1.047 triliun menjadi Rp1.355 triliun. Sementara pada 2016, akan ada 29 BUMN lagi yang melakukan revaluasi aset, sehingga kontribusi pajak terhadap negara senilai Rp8,6 triliun. 29 BUMN yang melakukan revaluasi aset yaitu PLN, Pegadaian, Sucofinfo, Asuransi Jasa Indonesia, Waskita Karya, Askrindo, Perum Jamkrindo, Reasuransi Indonesia Utama, Dahana, Biro Klasifikasi Indonesia, Rajawali Nusantara Indonesia, Pelindo III, Boma Bisma Indra, Balai Pustaka, Barata Indonesia, Dok dan Perkapalan Surabaya, Danareksa, Industri Kapal Indonesia, Perum Perhutani, LEN Industri, ASDP Indonesia Ferry, PP Berdikari, Pindad, Indra Karya, Perum Navigasi, Pertani, INTI, Bahana Pembiayaan Usaha Indonesia, Yodya Karya.
Suara.com - Pada 2016, total pendapatan 118 BUMN diperkirakan mencapai Rp1.969 triliun, naik dari pendapatan 2015 sekitar Rp1.728 triliun. Saat yang bersamaan, total laba bersih diperkirakan pada 2016 menembus Rp172 triliun, naik dari realisasi laba BUMN tahun 2015 sebesar Rp150 triliun.
Selama 2016, seluruh BUMN mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk keperluan investasi sebesar Rp404,8 triliun, naik 51 persen dari capex 2015 sebesar Rp268,3 triliun. Selama 2016, terdapat 62 proyek strategis yang dikerjakan BUMN yang dijadwalkan "groundbreaking" dengan total nilai sekitar Rp347,22 triliun. Sedangkan proyek strategis yang akan selesai dan diresmikan 2016 sebanyak 73 proyek dengan total Rp109,65 triliun.
Berita Terkait
-
Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi
-
Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk
-
BKI Jajaki Kerja Sama Global, Dorong Industri Maritim RI Naik Kelas
-
BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Satu Emiten dari BUMN
-
Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?
-
Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah