Suara.com - Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) mendesak pemerintah untuk membenahi tata niaga jagung di tanah air yang dinilai belum menguntungkan petani.
Ketua APJI Sholahuddin, di Lamongan Jawa Timur Minggu (13/3/2016) menyatakan, kebijakan pemerintah pro petani tersebut merupakan bentuk keberpihakan kepada perlindungan nasib petani jagung sebagai wujud pelaksanaan dari Nawa Cita.
"Kami meminta pemerintah agar benar-benar menjaga kebijakan dalam perbaikan tata kelola tata niaga jagung melalui Perum Bulog," katanya di sela-sela acara Panen Raya Jagung dan Gelar Teknologi Pertanian yang berlokasi di areal Taman Teknologi Pertanian Lamongan.
Selain itu, Sholahuddin juga menekankan pentingnya prioritas pemerintah dalam mengurangi impor jagung dan memperbaiki kesejahteraan petani.
Menurut dia, petani jagung sangat mengharapkan tersedianya akses pasar yang terbuka lebar dengan stabilitas tingkat harga jagung yang wajar baik pada saat panen raya ataupun sesudahnya.
"Kami mengapresiasi kebijakan penetapan batas atas dan batas bawah harga jagung oleh pemerintah," ujarnya.
Harga jagung Rp3.500/kg di pasar pada saat panen, tambahnya, merupakan harapan petani agar bisa menikmati keuntungan usaha taninya, sedangkan apabila harga jagung berda di bawah tingkat harga tersebut maka petani akan merugi.
APJI,lanjutnya, meyakini Indonesia akan mencapai swasembada jagung dalam waktu yang singkat, apabila secara terbuka dan bijak melakukan adopsi berbagai teknologi termutakhir di bidang pemuliaan tanaman modern khususnya benih, yakni teknologi rekayasa genetika atau bioteknologi.
Teknologi rekayasa genetika,tambahnya, mampu menghasilkan benih-benih bioteknologi yang adaptif terhadap perubahan iklim dan perlindungan potensi hasil produksi jagung.
"Kita tidak boleh semakin menunda dan semakin terlambat mengadopsi bioteknologi yang telah lama dinantikan oleh petani jagung," katanya.
Sholahuddin menyatakan, saat ini Indonesia sudah tertinggal dibandingkan dengan Vietnam dan Filipina yang telah mengadopsi penanaman secara luas jagung bioteknologi sejak 2014.
Ia mengungkapkan, kebutuhan jagung nasional meningkat sebesar 53 persen dalam lima tahun terakhir yakni dari 1,5 juta ton pada 2010 menjadi 2.3 juta ton pada 2014.
Angka peningkatan yang signifikan tersebut didorong oleh peningkatan kebutuhan pakan ternak yang berbahan baku utama jagung akibat angka pertambahan penduduk yang tinggi di Indonesia.
APJI, yang dideklarasikan pada 7 September 2015 merupakan wadah berhimpunnya para petani jagung dari seluruh Indonesia dalam memperjuangkan kesejahteraan petani dan sekaligus mendukung lonjakan produksi jagung nasional.
Organisasi taniyang diprakarsai berdirinya oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tersebut saat ini beranggotakan 12 juta petani jagung di seluruh tanah air. (Antara)
Berita Terkait
-
Qodari Beberkan Bukti Prabowo Berpihak ke Pertanian: Harga Pupuk Turun, Kesejahteraan Petani Naik
-
Harga Cabai Kompak Turun, Beras Premium Tetap Naik, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Hari Ini
-
Potensi Luas Panen Padi Juni-Agustus 2026 Naik Jadi 2,88 Juta Hektare
-
Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan
-
Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS
-
Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang
-
PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya
-
Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI
-
Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera
-
Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin
-
Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN
-
Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS
-
Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin
-
Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI